SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Limbah Fly Ash atau sisa pembakaran batu bara yang dihasilkan oleh PT Gendhis Multi Manis (GMM) – Bulog di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tegah, dimanfaatkan untuk bahan campuran pembuatan bata ringan.
Itu diketahui, saat wartawan suarabanyuurip.com konfirmasi keterlibatan perusahaan PT Nusabhakti Wiratama menjadi transportir limbah tersebut baru-baru ini. Perusahaan ini pernah menjadi transportir limbah untuk dikirim ke Lamongan Jawa Timur.
Aan Rochayanto, pimpinan PT Nusabhakti Wiratama, membenarkan bahwa pihaknya pernah terlibat dalam transportir limbah itu. Namun, itu hanya berlangsung di tahun 2018 saja. Sementara, di tahun 2019 ini pihaknya tidak terlibat. Hanya saja Aan Rochayanto, tidak menyebutkan lokasi tepatnya pembuatan bata ringan tersebut.
“Ash kami kirim ke Lamongan. Disana material itu digunakan untuk bahan baku bata ringan,” ujarnya.
Dia mengaku, hanya mendapatkan kontrak untuk mengangkut dan mengantarkan fly ash sampai ke tempat tujuan.
“Itu pun hanya di tahun 2018, untuk tahun ini kami tidak mendapatkan kontrak,” katanya.
Fly ash menjadi salah satu bahan baku untuk campuran pembuatan bata ringan. Selain semen dan sejumlah material lain.
Terpisah Humas GMM-Bulog, Putri, saat ditanya nilai penjualan limbah ash, dirinya menampiknya.
“Bukan dijual ya, Mas. Tapi jasa pengangkutan dan pemanfaatan. Dan itu per kilogram,” kata Putri.
Putri mengaku, tidak hafal untuk dibawa kemana limbah ash tersebut. “Ada di dokumen manifest, jadi saya gak hafal,” ujarnya.(ams)