Sebagai Penghasil Migas Kecamatan Gayam Harus Diprioritaskan

Suparno

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk memprioritaskan perbaikan jalan di wilayah sekitar industri minyak dan gas bumi (migas) termasuk di Kecamatan Gayam. 

“Jalan di Kecamatan Gayam, masih dikeluhkan warga. Padahal, termasuk desa penghasil minyak dan gas bumi yang menopang pendapatan paling besar  APBD kita,” kata anggota Komisi B, Suparno, Minggu (24/11/2019). 

Menurut anggota DPRD Dapil V ini, warga di sekitar Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, berhak mendapatkan peningkatan di semua sektor baik infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Peningkatan tersebut merupakan tanggung jawab semua pihak tidak hanya pemdes atau perusahaan saja. 

“Ya tidak harus menggantungkan perbaikan jalan ini dari program CSR saja,” tegas Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Besaran DBH Migas yang mengalami kenaikan hanya akan dirasakan 3-4 tahun mendatang seiring puncak produksi di lapangan migas yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). 

“Bagaimanapun juga, produksi minyak Banyu Urip itu ada batasnya, dan itu akan mempengaruhi besaran DBH Migas. Kita akan berdosa pada warga sekitar kalau tidak mensejahterakan mereka,” tegasnya. 

Baca Juga :   Jadwal Pelantikan Kepala Desa di Bojonegoro Tak Ada Perubahan

DPRD Bojonegoro berharap, pembangunan infrastruktur di Bojonegoro bisa dituntaskan dengan memanfaatkan DBH Migas termasuk desa-desa ring 1 termasuk di Desa Gayam.

Sebelumnya, rusaknya jalan poros umum kecamatan (PUK) Kalitidu – Gayam, tepatnya mulai sepanjang Pasar Desa Gayam ke selatan hingga depan tapak sumur C Lapangan Banyu Urip, banyak dikeluhkan masyarakat.  

Jalan menuju proyek Lapangan Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) itu kerap menimbulkan kecelakaan. Sekalipun belum sempat merenggut nyawa, namun korban mengalami luka serius dan dibawa ke Puskesmas Gayam untuk mendapat perawatan.

Aspal jalan di sejumlah titik pecah akibat tidak mampu menahan berat beban kendaraan pengangkut logistik proyek gas JTB.

“Sudah banyak pengendara motor yang kecelakaan di situ. Saya beberapa kali sempat menolong korbannya,” kata Pak Endang, pemilik warung selatan Balai Desa Gayam. 

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Penataan Ruang, Jafar, mengungkapkan, tahun 2019 ini dilakukan rehabilitasi di Kecamatan Gayam. Yakni, jalan Gayam-Beged sepanjang 115 meter dengan anggaran sebesar Rp184 juta. 

Baca Juga :   Pastikan Pemilu Ramah Disabilitas, Bawaslu Bojonegoro Gelar Sosialisasi

“Juga rehabilitasi jalan Gayam-Jelu dengan anggaran Rp178 juta,” pungkasnya. 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *