SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Bagian Perekonomian Pemeruntah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus jaringan gas (jargas) masih menunggu hasil kajian dari Direktorat Jenderal (Dirjan) Minyak dan Gas Bumi (Migas).
“Apakah nanti membuat BUMD baru, atau bagaimana, tergantung dengan hasil kajian,” kata Kepala Bagian Perekonomian, Dharmawan, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (26/11/2019) kemarin.
Pengelolaan Jargas sebanyak 10.000 saluran rumah tangga (SR) nantinya akan seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) baik secara teknis maupun administrasinya.
“Jika harus membuat BUMD baru, ya tidak apa-apa, kita siap,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubag Bagian ESDM dan Lingkungan Hidup Bagian Sumber Daya Alam, Dadang Aris, mengaku, target pemasangan Jargas di Bojonegoro tidak hanya di wilayah kota dan ring 1 Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) saja, tetapi untuk seluruh masyarakat Bojonegoro.
“Jadi targetnya ya nanti semua masyarakat Bojonegoro pakai jargas,” pungkasnya.(rien)