Pemadaman Listrik di Bojonegoro Tak Pengaruhi Industri Migas

Pemadaman Listrik di Bojonegoro Tak Pengaruhi Industri Migas

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019), hingga merobohkan belasan tiang listrik Jaringan Tegangan Menengah (JTM) tidak mempengaruhi kegiatan di industri minyak dan gas bumi (migas) di wilayah setempat. 

Humas PT PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bojonegoro, Hekso Wisoto, mengaku, jika pemadaman di dalam pasokan memiliki jaringan yang sama maka akan turut padam juga. Namun tetap aman jika melalui 2 jurusan.

“Ada beberapa industri termasuk industri migas yang dipasok dari 2 jurusan, atau mengikuti pola tarif yang berbeda dari tarif normal,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com Sabtu (7/12/2019). 

Salah satu industri migas yang tidak terdampak pemadaman listrik adalah proyak Engineering, Procurement and Construction – Gas Processing Facility (EPC-GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikerjakan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind). 

“Kita punya genset  selama PLN padam, jadi tetap mendapat suplai untuk kebutuhan listrik,” sambung Site and Manager PT Rekind, Zaenal Arifin, dikonfirmasi terpisah. 

Baca Juga :   Pastikan Pintu Well Pad A Banyuurip Tak Ditutup

Legal and Relations Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Jason W Purba, juga mengungkapkan suplai listrik aman meski terjadi pemadaman oleh PLN. 

“Kita ada pasokan listrik sendiri,” tegasnya.

Disinggung kebutuhan listrik di Lapangan Migas yang berpusat di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro dan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas ini, Jason mengaku akan menanyakannya pada bagian elektrik. 

“Saya tanyakan dulu ke bagian elektrik,”tandasnya.  

Sementara juru bicara dan humas ExxonMobil Cepu Limited, Rexy Mawardijaya, belum memberikan keterangannya. (rien) 


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *