KPH Tuban Jamin Kualitas Jati Ekspor

20684

SuaraBanyuurip.comTeguh Budi Utomo

Tuban – Perum Perhutani KPH Tuban menjamin produk Jati dari wilayah hutannya memiliki kualitas tinggi karena dari wilayah hutan yang masuk kategori High Conservation Value Forest (HCVF). Teknis pengelolaannya pun menerapkan syarat Forest Stewardship Council  (FSC), sehingga menjamin keberlanjutan konservasi dan produksi.

Sedangkan hutan produktif yang dikelola KPH Tuban tahun 2019 seluas 11.663,10 hektar tersebar di tiga Bagian Hutan (BH). Rinciannya di BH Kerek seluas 2.125,70 hektar, BH Bogor dengan luasan 2.124 hektar, dan BH Sedayu Lawas seluas 7.413,4 hektar.

Sesuai sistem Etat yang diatur oleh Perencanaan Hutan Wilayah I Bojonegoro (meliputi KPH Tuban, Bojonegoro, Padangan, Parengan, dan KPH Jatirogo), BH Kerek dengan rata-rata usia kayu 20 tahun bisa ditebang seluas 106,285 hektar per tahun. BH Bogor dengan usia tanaman 30 tahun seluas 70,8 hektar, dan di BH Sedayu Lawas dengan jati berusia 50 tahun seluas 148,268 hektar per tahun. Kelas kayu Jati-nya memiliki kualitas ekspor.

“Sebagai operator kami KPH Tuban tidak bisa menebang sembarangan dari masing-masing BH, semuanya diatur dengan perencanaan matang dan terukur,” kata Administratur Perhutani KPH Tuban, Ir Tulus Budyadi MM, saat ditemui usai acara Konsultasi Publik Controlled Wood 2020 Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi di kantor KPH Tuban.

Baca Juga :   Jamaah Haji Meninggal Bertambah Dua Orang

Perhelatan tersebut diikuti perwakilan dari jajaran Forpimda Kabupaten Tuban, berbagai elemen stakeholder, pers, dan dunia pendidikan. Tak ketinggalan tokoh masyarakat, LMDH  dari tujuh BKPH yang tersebar di wilayah Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Kabupaten Gresik secara online (daring). Tampak pula sebagai narasumber akademisi adalah Rektor Institut Pertanian Malang (IPM) Dr Agus Sukarno MP.

Alumni Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menambahkan,  tidak setiap luasan lahan hutan produktif bisa ditebang setiap saat. Termasuk pula tak semua luasan lahan di setiap BH bisa ditebang seluruhnya. Semuanya sesuai perencanaan matang dan mempertimbangan secara serius agar memiliki nilai konservasi tinggi.  

Ia contohkan, BH Kerek dari 106,285 hektar di tahun 2020 ini hanya ditebang 22,1 hektar, dengan prediksi hasil produksinya sebanyak 1.367 meter kubik (M3). Dari hitungan itu per hektarnya produktifutasnya sekitar 61,8 M3 kayu Jati. Produktifitas dari BH Kerek berbeda dengan BH Bogor, dan BH Sedayu Lawas karena pengaruh usia tanaman, dan memperhitungan sisi kelestarian lingkungan hutan dan nilai manfaatnya bagi nilai kearifan lokal.

“Walau demikian, kita tetap menjamin produktifitas dan kualitas produk untuk dikonsumsi lokal maupun ekspor,” tegas Tulus Budyadi kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga :   Mahasiswa Minta APBD Tuban Pro Rakyat

KPH Tuban memiliki kawasan hutan lindung seluas 400,30 hektar, dan kawasan untuk perlindungan seluas 1.086,6 hektar, sehingga total seluas 1.486,9 hektar. Kawasan ini menjadi konservasi dengan berbagai program perlindungan.

“Dalam perspektif produksi, kayu yang dipanen oleh KPH Tuban bukan berasal dari kawasan hutan yang dikonversi dari hutan alam menjadi hutan tanaman, atau penggunaan non kehutanan,” tegas Tulus Budyadi.

Hal tersebut dengan bukti pemenuhan tidak ada perubahan fungsi dari hutan alam, hutan lindung menjadi hutan tanaman. Termasuk pula bukti tidak ada perubahan fungsi hutan alam dan hutan lindung menjadi penggunaan lain.

Sementara itu, akademisi Dr Agus Sukarno menyatakan, wilayah kerja Perhutani KPH Tuban memiliki empat BKPH yang ternasuk kategori Nilai Konservasi Tinggi (NKT) 1. Yakni, BKPH Kerek, Merakurak, Jadi, dan BKPH Plumpang.

“Di wilayah ini ada hutan lindung yang sampai kini dijaga kelestariannya oleh Perhutani Tuban,” kata ahli konservasi itu.

Kawasan hutan yang masuk NKT 1, tambah Agus Sukarno, merupakan kawasan dengan tingkat keanekaragaman hayati yang penting. Termasuk pula kawasan yang memiliki dampak serius jika tidak dipelihara dengan baik. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *