Pengembangan Wisata Wonocolo Terganjal Aset Perhutani

Wabup Wawan di wonocolo

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Budi Irawanto mengungkapkan, pengembangan wisata di Wonocolo Kecamatan Kedewan, masih terganjal aset yang dimiliki perhutani.

“Jujur saja, di sini aset Perhutani juga,” katanya, Minggu (8/12/2019) saat berada di kawasan sumur minyak tua Wonocolo.

Menurutnya, kurang maksimalnya pengembangan sektor wisata di Wonocolo karena adanya beberapa faktor. Salah satunya karena adanya dua institusi berdiri di kawasan tersebut, yaitu Pertamina dan Perhutani. Kedepan, kata dia, bisa dilakukan kerja sama dengan pihak perhutani dan penanggung jawab sumur minyak. Adanya sumur minyak tua bisa menjadi pendukung wisata.

“Makanya perlu ada kerja sama,” tandasnya.

Pihaknya menjelaskan, kawasan wisata Wonocolo masih banyak kekurangan. Termasuk dukungan infrastruktur. Secara bertahap, akan dilakukan perbaikan infrastruktur dan fasilitas lain.

“Tapi ya itu masih ada kendala pada lahan,” jelasnya.

Sektor pariwisata, lanjut dia, akan menjadi garapan utama Pemkab Bojonegoro, sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mengingat, keberadaan Industri Migas tidak selalu ada.

Baca Juga :   Program Keterampilan Dukung Industri Pariwisata

“Sektor Pariwisata dan Pertanian yang selanjutnya akan kami genjot. Karena Bojonegoro sendiri, potensi awalnya memang di Pertanian dan Pariwisata,” ujar Wawan sapaan akrab Wabup Budi Irawanto.

Ditambahkan, jika sektor pariwisata ini dikelola dengan baik, maka bisa terus berkelanjutan. Karena wisata sendiri tidak akan ada habisnya.

“Seperti Wonocolo ini, setiap tahun sudah ada agenda rutin,” ujarnya.

Sekadar diketahui, lapangan sumur  minyak tua di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, merupakan Wilayah Kerja Pertambangan Pertamina EP Asset 4 Field cepu. Berada di lahan milik Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu.

Terpisah, Junior Manager Bisnis KPH Cepu, Maman, belum memberi keterangan saat dikonfirmasi melalui sambungan telephonnya. Meskipun ada nada sambung, namun telephon tidak diangkat. Pesan singkat melalui WhatsApp yang dikirim juga belum mendapat balasan.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *