SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pemilik kawasan hutan dan sumur tua Wonocolo di Kecamatan Kedewan, Kabupeten Bojonegoro, Jawa Timur, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu, Jawa Tengah, menyambut baik jika pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro ada niatan untuk melakukan kerja sama pengembangan wisata teksas wonocolo.
Junior Manager Bisnis KPH Cepu, Maman, menyampaikan, dengan kerja sama itu bisa memperkuat posisi Perhutani. Sebab, lokasi wisata sumur tua wonocolo masuk Kawasan Konflik Tenurial (red, pengakuan lahan oleh warga).
“Kalau ada kerja sama itu akan lebih bagus. Itu juga bisa meredam, kalau di situ adalah kawasan Tenurial,†ujarnya, saat ditemui Suarabanyuurip.com di kantornya, Selasa (10/12/2019).
Dia menyampaikan, bahwa Perhutani tidak mengganjal wisata. Justru akan mendukung dalam proses pengembangannya.
“Kami justru mendukung,†tambahnya.
Bahkan, kerja sama bisa dilakukan para pihak. Baik dari Pemkab Bojonegoro, Perhutani sendiri dan Pertamina terkait pengelolaan sumur minyak.
Di beritakan sebelumnya, Wakil Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Budi Irawanto mengungkapkan, pengembangan wisata di Wonocolo Kecamatan Kedewan, masih terganjal aset yang dimiliki perhutani.
Menurutnya, kurang maksimalnya pengembangan sektor wisata di Wonocolo karena adanya beberapa faktor. Salah satunya karena adanya dua institusi berdiri di kawasan tersebut, yaitu Pertamina dan Perhutani. Kedepan, kata dia, bisa dilakukan kerja sama dengan pihak perhutani dan penanggung jawab sumur minyak. Adanya sumur minyak tua bisa menjadi pendukung wisata.
“Makanya perlu ada kerja sama,” tandasnya.(ams)Â