SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Sebulan terakhir, siswa dan guru SD Negeri Bonorejo Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, merasa was-was saat menjalankan kegiatan belajar mengajar. Sebab, plafon atap bangunan sekolah tersebut ambrol. Kondisi itu diduga karena bagian atap itu sudah lapuk.
Kepala SD Negeri Bonorejo, Ratna Wijayanti, menjelaskan, plafon yang ambrol itu dialami 2 ruang kelas, yakni kelas 1 dan ruang kelas 4 dan 1 ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
“Ini baru sebulan terakhir. Kalau yang UKS baru kemarin. Mungkin karena kondisinta sudah lapuk, kalau kena air hujan kan pasti ada bekasnya. Ini kan tidak ada,†jelasnya, Senin (6/12/2019).
Dia merinci, untuk ruang kelas 1 dan ruang UKS dibangun tahun 2013 dari anggaran APBD Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum.
“Ini satu paket, jumlahnya ada 4 lokal ruangan,†ujarnya.
Lalu, untuk ruang kelas 4 merupakan program dari Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) antara tahun 2009 sampai tahun 2010. Jumlahnya juga ada 4 lokal ruangan.
“Kalau yang dari EMCL ini, sudah ada sebelum saya menjabat,†ungkapnya.
Dia mengaku, merasa was-was dan khawatir saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. Untuk menjaga keamanan, kalau turun hujan, anak-anak diajak keluar ruangan.
“Bisa dilihat, kondisi plafon sudah seperti itu. Sebagaian kami sudah perbaiki, tapi ya seperti itu. Aambrolnya tinggal menunggu waktu,†tandasnya.
Kondisi itu sudah dia laporkan kepada koordinator pengawas (korwas) Kecamatan Gayam.
“Barusan hari ini kami sampaikan. Korwasnya selalu menyampaikan, kalau ada apa-apa segera dilaporkan,†ujarnya. Â
Ani Sukesi, salah satu guru sekolah setempat, menambahkan, kerusakan bukan hanya pada bagian atap. Tapi juga pada bagia jendela sekolah.
“Sudah banyak yang rusak,†tambahnya.
Diharapkan, ada perhatian untuk memperlancar kegitan belajar mengajar bagi sekolah yang memiliki 107 siwa dan 8 orang pengajar tersebut. Â