SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Berproduksinya Lapangan minyak Kedung Keris, Blok Cepu, yang berpusat di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diprediksi bakal menambah pedapatan kotor (Gross Revenue) sebesar Rp3,3 Triliun setahun.
Itu diungkapkan oleh Kepala SKK Migas, Dwi Sutjipto, saat acara produksi perdana lapangan Kedung Keris di Gedung Olahraga ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Selasa (17/12/2019) kemarin.
Kesempatan itu adalah sebuah peristiwa yang akan menambah pendapatan negara. Menyusul adanya produksi minyak dari lapangan Kedung Keris secara bertahap sampai 10.000 barel minyak per hari. Dengan estimasi harga miyak antara $60 sampai $65 per barel.
“Setara dengan $237 juta atau Rp3,3 Triliun setahun. Tentunya ini bukan angka yang sedikit,” ujarnya.
Kalau ini akan runing, maka akan memberi kontribusi ekonomi negara dan ekonomi daerah. Dengan berproduksinya lapangan Kedung Keris tersebut.
Untuk diketahui, pada uji produksi tertinggi (Hight Rate Test/HRT) lapangan Blok Cepu bisa dimaksimalkan hingga 235.000 barel per hari (bph). HRT telah disepakati dan dinyatakan aman secara fasilitas.
“Kita tentu tidak akan produksi pada angka itu. Untuk menjaga supaya tetap aman,” kata Dwi Soetjipto.
Sekarang ini Blok Cepu berproduksi pada angka 220.00 bph. Jika izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sudah selesai, secara bertahap Blok Cepu akan berproduksi pada kisaran 225.000 bph sampai 230.000 bph.
Dia berharap, izin Amdal bisa segera rampung. Sehingga di tahun 2020 mendatang bisa berproduksi lebih tinggi dibanding tahun 2019. Mengingat adanya tambahan produksi dari lapangan Kedung Keris, yang secara bertahap bisa berproduksi hingga 10.000 bph.
“Sekarang baru 5.000 bph, yang awalnya dari 3.800 bph,” tandasnya.
Hingga saat ini izin Amdal belum turun, sehingga produksi Blok Cepu tetap ditahan pada level 220.00 bph. Melihatnya HRT Amdal, tentu menjadi batasan maksimum. Karena dalam operasi yang dilaksankan perlu memperhatikan seluruh komponen.
“Baik fasilitas, reservoar dan lain sebagainya. Untuk itu, tentu kita tidak langsung runing ke 235.000 bph. Kita harus perhatikan semuanya,” jelasnya.
Didampingi, President ExxonMobil Cepu Limited, Louise McKenzie, Dwi Soetjipto, menyampaikan, target produksi EMCL tahun 2020 sebesar 209.000 bhp.
“Kalau dilihat dari Kedung Keris ada tambahan dan perizinan Amdal oke, nanti kita lihat potensi diatasnya,” tambah pria ramah ini.(ams)