Presiden Deadline Kilang TPPI 3 Tahun

dirut pertamina

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi

Tuban – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi batas waktu (deadline) selama 3 tahun kepada Pertamina, untuk menuntaskan pembangunan kilang minyak di komplek PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban, Jatim.

Hal itu ditegaskan mantan Gubernur DKI Jakarta saat meninjau lokasi kilang TPPI di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Sabtu (21/12/2019).

Tampak mendampingi Presiden ke 7 Republik Indonesia bersama ibu negara Iriana Jokowi, diantaranya, Menteri BUMN Erik Thohir, Komut Pertamina Basuki Tjahaya Purnama, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Tuban H Fathul Huda.

Jokowi menambahkan, pihak Pertamina meminta waktu penyelesaian proyek kilang tersebut selama empat tahun. Proyek kilang tersebut telah dibangun TPPI pada tahun 1997/1998 namun terhenti, kini proyek tersebut akan dimulai lagi.

“Tadi sudah saya sampaikan kepada Menteri BUMN, Dirut Pertamina, dan Komut Pertamina tidak lebih dari tiga tahun harus rampung semuanya,” tegas Jokowi saat wawancara dengan jurnalis di sela-sela kunjungan di TPPI.

Baca Juga :   Cuaca Buruk Tak Pengaruhi Eksplorasi ABP-1

Ia tambahkan, proses pembangunan kembali kilang tersebut entah dikerjasamakan atau dilakukan sendiri oleh Pertamina adalah pilihan untuk segera diputuskan. Presiden memberi batas waktu pilihan tersebut pada bulan Januari 2020 mendatang.

Kilang TPPI, menurut mantan Walikota Solo itu, merupakan salah satu kilang yang terbesar di negara kita. Fasilitas ini dapat menghasilkan produk aromatik, parafin, BBM, dsn produk Petrokimia lainnya.

Jika produksi maksimal bisa menghemat devisa hingga USD 4,9 miliar, atau setara dengan Rp56 triliun. Produknya pun merupakan pengganti dari produk yang selama ini diimpor.

“Ini merupakan subtitusi karena setiap tahun kita impor. Padahal kita bisa membuat sendiri tapi tidak kita lakukan sendiri,” tegas Presiden Jokowi.

Ia ungkapkan, problema tersebut seringkali disampaikan dalam rapat terbatas, maupun rapat paripurna. Subtitusi produk impor tersebut salah satunya adalah petrokimia.

Presiden berharap, jika kilang bisa produksi maksimal, current of account  devisit akan jadi lebih baik. Salah satu kuncinya ada disini.

“Artinya apa, ini adalah menyelesaikan masalah, menyelesaikan persoalan dari agenda besar negara kita yang puluhan tahun tidak rampung-rampung,” tegas Jokowi.

Baca Juga :   Target Pipanisasi Blok Cepu Meleset

Sementara itu Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dalam siaran persnya menyatakan, Pertamina siap mengembangkan area kilang TPPI menjadi pusat industri petrokimia yang terintegrasi dengan kilang nasional. Peluang pasar bisnis petrokimia di Indonesia sekitar Rp40-50 triliun per tahun. Selain itu, bisnis petrokimia mempunyai margin lebih tinggi dibanding BBM.

Menurutnya, pembangunan komplek industri Petrokimia akan lebih menjamin keberlanjutan bisnis perseroan, karena sesuai dengan trend bisnis masa depan. (tbu) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *