SuaraBanyuurip.com – Ririn WediaÂ
Bojonegoro – Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field menyampaikan telah mensosialisasikan pembagian jumlah tenaga kerja pada pelaksanaan tajak sumur i-300 Pad B, kepada tiga desa ring 1. Yakni Desa Ngampel dan Sambiroto, Kecamatan Kapas, dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur.
“Paling besar bagiannya diambil oleh Desa Ngampel sebanyak 60 persen, sisanya 15 persen Desa Sambiroto dan 25 persen Desa Campurejo,” kata Legal and Relations Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Tarmizi, Jumat (27/12/2019) lalu.Â
Dikatakan, jika 60 persen atau sebanyak 64 orang dari Desa Ngampel, telah diberikan pekerjaan secara merata. Baik nama dan penempatan telah diberikan oleh masing-masing desa. Rinciannya, untuk crew rig ada sebanyak 24 orang dan unskill 40 orang.
Sedangkan Desa Sambiroto, untuk crew rig sebanyak 6 orang dan unskill 11 orang. Desa Campurejo, crew rig sebanyak 10 orang dan unskill sebanyak 17 orang.
“Kita ada lima sub kontraktor, dan mereka sudah menampung semua warga untuk bekerja,” tegasnya.Â
Menurutnya, pekerjaan sekarang ini tidak bisa disamakan dengan kegiatan 2015 lalu. Karena kegiatan sumur injeksi berbeda dengan kegiatan sumur produksi.
“Sedangkan untuk gaji, kami sudah tetapkan sesuai Upah Minimum Kabupaten sebesar Rp2 juta lebih,” tandasnya. Â
Sementara itu, pembagian yang sudah ditentukan oleh masing-masing kepala desa mendapat penolakan dari beberapa warga Ngampel. Mereka ingin, sebanyak 68 orang semuanya menjadi swiper.Â
Swiper tersebut ditempatkan di beberapa pos untuk mendeteksi keberadaan gas H2S.
“Kami ingin, 68 orang dari Ngampel terakomodir menjadi Swiper saat tajak sumur dimulai,” tandas salah satu warga setempat, Solikin.Â
Selain itu, gaji yang diterima juga dinilai kurang. Dari pengalaman tahun 2015 saat masih dikelola JOB P-PEJ, gaji masing-masing karyawan atau swipper adalah sebesar Rp140.000 per hari.Â
“Sekarang cuma Rp105.000 per hari,” lanjutnya. (rien)
.