EMCL Gelar Lokakarya Kontribusi Migas Untuk Pembangunan Daerah

EMCL Gelar Lokakarya Kontribusi Migas Untuk Pembangunan Daerah

SuaraBanyuurip.comEdi Supraeko

Bojonegoro – Sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari perwakilan intansi pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Senat Mahasiswa Bojonegoro mengikuti kegiatan lokakarya bertajuk “Kontribusi Migas untuk Pembangunan Daerah” yang diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas pada tanggal 26 hingga 27 Desember 2019 di Batu, Jawa Timur.  

Tujuan utama lokakarya tersebut ialah untuk menjalin sinergitas melalui peningkatan pemahaman akan industri hulu migas serta kontribusinya di wilayah Bojonegoro. Hal ini selaras dengan semangat pemerintah, melalui SKK Migas, dalam menyokong peranan industri migas di Indonesia sebagai penyedia energi nasional serta salah satu pendorong kemajuan ekonomi.  

Bertempat di Kota Batu, Kabupaten Malang, kegiatan ini turut dihadiri dan didukung oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro. 

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Disperinaker Bojonegoro, Agus Suprianto. Ia mengharapkan agar ormas dan para pemuda Bojonegoro dapat memahami dengan baik bagaimana mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) industri migas supaya nantinya tidak ada salah persepsi.  

Baca Juga :   BPN Minta Pemilik Tanah Proaktif

“Dengan adanya industri migas, tentunya banyak kontribusi yang didapatkan oleh Kabupaten Bojonegoro. Semoga kegiatan ini ada tindak lanjut dari para pemuda karena tentunya para pemuda harus punya ide kreatif melalui diskusi seperti ini untuk kemajuan daerah Bojonegoro,” ujar Agus.  

Semangat yang sama disampaikan, Wandi, Perwakilan Pemuda Muhammadiyah. Ia mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para organisasi masyarakat kepemudaan.  

“EMCL sudah melibatkan kami dalam berkolaborasi untuk pembangunan daerah Bojonegoro. Kami semakin tahu apa saja kontribusi migas untuk daerah Bojonegoro” ujarnya.  

Diskusi interaktif pun menjadi inti dari acara ini, dan dibawakan oleh para narasumber dari Bappeda Bojonegoro, Disperinaker Bojonegoro, Perwakilan SKK Migas, serta Perwakilan EMCL.

Adapun topik yang diangkat termasuk prinsip dasar pengelolaan migas, regulasi yang mengatur, peran KKKS/perusahaan migas, Dana Bagi Hasil (DBH), dan bagaimana peran pemerintah dalam industri migas di Kabupaten Bojonegoro.  

Sementara itu, External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin, mengapresiasi dukungan segala pihak atas terlaksananya kegiatan ini.  

Baca Juga :   Bersama Jaga Keselamatan dan Tumbuhkan Ekonomi Nelayan Sekitar FSO Gagak Rimang

“Sudah menjadi komitmen EMCL untuk terus meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait industri migas,” ujarnya. 

“Kami pun terus berupaya untuk menjaga hubungan yang baik serta berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengelolaan industri migas di Lapangan Banyu Urip yang saat ini telah sukses menyumbang 25% pasokan energi negara,” lanjut Ichwan.  

Ichwan berharap bahwa para peserta dapat memahami mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) dengan baik, serta para organisasi pemuda mampu menangkap peluang adanya industri migas untuk pembangunan daerah dan kemandirian masyarakat. (edi)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *