Kumulatif Lifting Blok Cepu Hingga 27 Desember 2019 Capai 519 Kali

Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro dengan Migas Turun 4

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Lapangan Migas Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sekarang ini sudah menjadi penyumbang  produksi minyak terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data perkembangan produksi sampai tanggal 22 Desember 2019, produksi blok migas yang menjadi wilayah operasi ExxonMobil Cepu Limited  (EMCL) telah mencapai 217,7 ribu barel per hari (barel oil per day/BOPD), atau 110% di atas target APBN 2019.  

Cadangan Banyu Urip meningkat hampir dua kali lipat dari rencana pengembangan  (plan of development/PoD) awal. Dari 450 juta barel minyak meningkat hingga 823 juta barel minyak.

Produksi minyak mentah EMCL dialirkan dari pusat fasilitas pemrosesan (central processing facility/CPF) Banyu Urip di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, hingga floating storage and offloading (FSO) Gagak Rimang yang berada di lepas pantai Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menggunakan pipa darat 20 inci sepanjang 72 Kilo meter (KM), dan 23 KM pipa di bawah laut.

Sampai 20 Desember 2019, FSO Gagak Rimang berkapasitas 1,7 juta berel itu telah melakukan 27 kali pengapalan minyak untuk domestik maupun ekspor dengan rata-rata 10-12 kali perbulan. Lifting kembali dilkasanakan pada 27 -31 Desember.  

Baca Juga :   LPG Mahal, Warga Blok Cepu Beralih Kayu Bakar

“Dengan dukungan para pemangku kepentingan, EMCL telah melakukan lebih dari 500 kali lifting dengan aman hingga akhir Desember 2019,” ujar Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (4/1/2020).

Sementara data SKK Migas sampai tanggal 27 Desember 2019 lalu, EMCL telah melakukan kumulatif lifting sebanyak 519 kali, 19 lifting tujuan ekspor dan 112 lifting tujuan domestik.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu Prabawa Taher menegaskan, EMCL akan memiliki peran yang semakin penting dimasa mendatang, karena blok yang menjadi wilayah operasinya memiliki potensi untuk terus ditingkatkan produksinya. Sejak berproduksi pertama kali dengan kapasitas 165 ribu BOPD, saat ini sudah meningkat menjadi 217,7 ribu BOPD. 

“Bahkan jika revisi AMDAL disetujui, maka blok ini akan mampu berproduksi sebesar 235 ribu BOPD,” tegas Wisnu melalui siaran persnya yang diterima suarabanyuurip.

Saat ini revisi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) peningkatan produksi minyak Banyu Urip sudah diajukan ke Pemerintah. 

“Di tengah tren penurunan beberapa blok migas lainnya, maka peningkatan produksi dalam wilayah operasi EMCL menjadi sangat penting agar target APBN 2020 dapat tercapai,” tandas Wisnu.

Baca Juga :   Pemilik Lahan J-TB Belum Pernah Didatangi Calo

SKK Migas meyakini tahun 2020 lifting akan semakin baik dengan terintegrasinya plant information management system (PIMS) EMCL dengan integrated operation center (IOC) yang dikembangkan SKK Migas yang saat ini sudah mencakup 4 module. Yaitu production/lifting, PIMS, Vessel Tracking System, Realtime Drilling & Maintenance.

“Terintegrasinya PIMS EMCL akan semakin meningkatkan optimalisasi lifting EMCL di tahun 2020,” pungkasnya.

Pada kegiatan lifting akhir tahun 2019 kemarin, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengunjungi FSO Gagak Rimang yang merupakan wilayah operasi EMCL.  Julius Wiratno didampingi Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher, Kepala Perwakilan Jawa Bali Nusa Tenggara Nurwahidi serta jajaran fungsi dan staf SKK Migas yang terkait terkait.

Kunjungan akhir tahun dalam rangka lifting untuk 2019 berbeda dengan tahun sebelumnya. Pimpinan SKK Migas turun langsung dalam rangka memberikan motivasi kepada jajaran SKK Migas yang berada di garis depan untuk memastikan lifting dapat berlangsung secara optimal sesuai target yang telah ditetapkan. 

“Sekaligus meninjau kesiapan fasilitas yang dimiliki KKKS dalam mendukung pelaksanaan lifting,” kata Julius Wiratno.(suko) 



»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *