Berikut Ini Capaian Kinerja EMCL Kelola Blok Cepu di 2019

Berikut Ini Capaian Kinerja EMCL Kelola Blok Cepu di 2019

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Operator Minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berhasil mencatatkan capaian kinerja yang mengesankan di tahun 2019.

Sejumlah capaian kinerja tersebut antara lain produksi yang mencapai mencapai 217,7 ribu barel per hari (barel oil per day/BOPD) atau 110% di atas target APBN. Produksi minyak Lapangan Banyu Urip tersebut berasal dari 45 sumur, dengan rincian 30 sumur produksi dan 15 sumur injeksi.

Capaian lainnya, tidak ada recordable injury terkait kegiatan di lapangan, sampai tanggal 27 Desember 2019 telah melakukan kumulatif lifting sebanyak 519 kali, 19 lifting tujuan ekspor dan 112 lifting tujuan domestik, dan manajemen yang baik dalam melaksanakan kegiatan hose dan penggantian hose. 

Kemudian, memiliki track record yang baik dalam avaibility pengelolaan tanker dengan tidak adanya download time karena keterlambatan tanker, dan inventory minimal terhitung mulai 2015 sampai 2019 kemarin yakni 2015 440KB, 2016 700 KB, 2017 -400KB, 2018 -370, 2019 -370KB.

Baca Juga :   Peneliti India Apresiasi Kebijakan Pengelolaan Migas Bojonegoro

President ExxonMobil Indonesia, Louise McKenzie, menyampaikan, dengan capaian tersebut membuktikan jika EMCL telah memenuhi komitmen cadangan terproduksikan minyak Lapangan Banyu Urip dari rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) awal, dalam waktu kurang dari setengah periode Kontrak Kerja Sama.  

“Capaian ini telah mengakselerasi pendapatan untuk Pemerintah Indonesia dan para mitra Blok Cepu,” ujarnya melalui siaran persnya.

Ditegaskan, keberhasilan ini berkat kemitraan yang kuat antara SKK Migas, EMCL dan para mitra Blok Cepu—Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu.  

“Kami juga berterima kasih atas dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah serta masyarakat sekitar kepada operasi Banyu Urip,” ucapnya.

Sebagai hasil dari kajian teknis yang berkelanjutan, lanjut dia, EMCL telah merevisi jumlah cadangan Banyu Urip hingga 450 juta barel minyak pada saat pendanaan penuh (full funding), dan baru-baru ini telah meningkat lagi hingga 823 juta barel minyak. Diharapkan dapat memenuhi lebih dari dua kali lipat komitmen volume PoD awal. 

“Ini merupakan hasil yang hebat dari semua pemangku kepentingan,” tandasnya.

Baca Juga :   Dukung Pengeboran Blok Rokan, PT Elnusa Siap Pasok Material Tubing OCTG

Ditambahkan Capaian ini merupakan bukti keunggulan kinerja EMCL dalam segi keselamatan dan keandalan operasi, kajian teknis yang mendalam, manajemen reservoir yang baik, serta efisiensi biaya.

Blok Cepu yang menjadi wilayah operasi EMCL, kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu Prabawa Taher, memiliki potensi untuk terus ditingkatkan. Sesuai catatannya, sejak berproduksi pertama kali dengan kapasitas 165 ribu BOPD, saat ini sudah meningkat menjadi 217,7 ribu BOPD. 

Bahkan, lanjut dia, jika revisi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) disetujui, maka Blok Cepu akan mampu berproduksi sebesar 235 ribu BOPD. Saat ini revisi tersebut sudah diajukan ke Pemerintah. 

“EMCL akan memiliki peran yang semakin penting dimasa mendatang. Apalagi di tengah tren penurunan beberapa blok migas lainnya, maka peningkatan produksi dalam wilayah operasi EMCL menjadi sangat penting agar target APBN 2020 dapat tercapai,” tandas Wisnu.(suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *