SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang mengelola Lapangan Minyak dan Gas bumi (Migas) menyiapkan mitigasi bencana tidak hanya karena alam tetapi juga kegagalan tekhnologi.
“Mitigasi bencana ini penting, supaya semua pihak termasuk perusahaan migas bisa mengantisipasi terjadinya bencana atau meminimalisir dampaknya,” kata Sekretaris BPBD, Nadhif Ulfa, Minggu (5/1/2020) kemarin.
Menurutnya, ada bebarapa Lapangan Migas yang harus memiliki mitigasi bencana diantaranya Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB), Lapangan Banyu Urip, dan Lapangan Sukowati.
“Termasuk pengelola pipa gas Gresik-Semarang, PT Pertamina Gas atau Pertagas,” lanjutnya.
Ulfa mengungkapkan, pipa gas Gresem yang ada di Bojonegoro terbentang mulai Kecamatan Baureno hingga Padangan harus ada mitigasi bencana.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pertagas, dan mereka berjanji akan menyiapkan mitigas bencana disepanjang jalur pipa,” ungkapnya.
Terpisah, juru bicara dan humas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexy Mawardijaya, menegaskan, EMCL dan SKK Migas telah melakukan koordinasi dengan para pihak terkait untuk mitigasi bencana termasuk dengan Pemkab.
“Dalam beroperasi, keselamatan masyarakat, karyawan dan lingkungan sekitar menjadi prioritas utama EMCL,” tandasnya.
Sementara pihak Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Pertagas masih berupaya dikonfirmasi terkait hal ini.(rien)