SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bojonegoro, Jawa Timur, tahun 2019 dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di industri migas belum terealisasi 100%. Penyebabnya, PT Asri Dharma Kusuma (ADS), BUMD pengelola Participating Interest (PI) Blok Cepu belum menyetorkan deviden.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Ibnoe Soeyoeti menyampaikan, pendapatan PT ADS tahun 2019 berasal dari Commitmen Fee sebesar USD50.000 atau Rp700 juta dari PT Surya Energi Raya (SER).Â
Dijelaskan, PT ADS belum menyetorkan deviden ke daerah karena belum diselenggarakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan audit pembagian laba bagi pemkab Bojonegoro,Â
“Tahun ini, kita pasang pendapatannya di APBD 2020 sebesar Rp101 miliar. Itupun usai RUPS,” ujar Ibnoe saat rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Selasa (7/1/2020) kemarin.Â
Dipaparkan, target pendapatan PT ADS tahun 2019 adalah sebesar Rp700 juta yang berasal dari Commitmen Fee. Namun hingga bulan Desember 2019 belum ada setoran. Â
“Belum ada penerimaan dari PT ADS, masih nol,” imbuhnya.
Sementara itu, PAD dari PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), pengelola sumur tua di Kecamatan Kedewan, dari target di APBD induk sebesar Rp176.488.446 naik di APBD Perubahan sebesar Rp415.118.429, terealisasi sebesar Rp415.118.429.Â
Menanggapi itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, meminta agar Bapenda segera menagihkan Commitmen Fee sebesar USD50.000 yang wajib dibayarkan PT SER sebelum ada bagi hasil dari pengelolaan PI Blok Cepu. Â
“Ya harus ditagih, dan PT SER wajib bayar sesuai kesepakatan awal sebelum ada bagi hasil PI,” lanjutnya. Â
Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai jika pendapatan BBS di tahun 2019 masih harus dimaksimalkan lagi.Â
“Kalau dibilang kurang, ya pasti kurang,” tegasnya.Â
Komisi dewan yang membidangi masalah migas itu berharap, agar tahun 2020 ini, PT BBS bisa meningkatkan pendapatannya sesuai hasil audit di tahun 2019. Dari pemaparan yang disampaikan beberapa waktu lalu, estimasinya hanya mampu meningkatkan pendapatan sampai Rp600 juta.Â
“Tahun ini, pendapatan PT BBS hanya mampu Rp600 juta saja. Jumlah ini masih jauh dari target yang ditetapkan tim anggaran sebesar Rp2,5 miliar,” pungkasnya. (rien)Â