SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan, peristiwa pencurian di wilayah industri minyak dan gas bumi, Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Kecamatan Ngasem baru sekali terjadi.
“Baru sekali terjadi aksi pencurian di sekitar industri migas sana,” kata Kapolres Bojonegoro, AKBP Budi Hendrawan, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (8/1/2020).
Dia mengatakan, aksi pencurian 3 panel alat berat (excavator) pada Selasa (31/12/2019) lalu terjadi karena memang tidak dijaga meskipun ada penjaganya.
“Mungkin karena merasa aman, akhirnya tidak dijaga,” lanjutnya.
Pihaknya menghimbau kepada pemilik proyek untuk menjaga alat-alat berat, dan barang-barang penting lainnya. Sehingga, tidak terjadi lagi pencurian.
“Kita masih kejar pelaku pencuriannya dan memeriksa saksi-saksi,” tandasnya.
Di singgung pelaku pengrusakan pipa milik PT PDSI didalam lokasi proyek JTB pada September 2019 lalu, Kapolres Budi juga mengaku belum menemukan pelakunya.
“Kalau pengrusakan pipa minim saksi,” tandasnya.
Karena wilayah proyek JTB luas dan titik-titiknya banyak, maka pihaknya bekerjasama dengan petugas pengamanan baik security maupun Kodim 0813 Bojonegoro untuk meningkatkan pengamanan dengan melakukan patroli.
“Kami ada patroli pengamanan dari Polsek setempat,” tandasnya.
Menurutnya, dalam pengamanan di wilayah industri migas, Polres Bojonegoro tidak melakukan kerjasama dengan perusahaan migas. Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi untuk pengamanan di industri migas di Bojonegoro.
“Tidak ada kerjasama, karena sudah ada yang menjaga. Tapi kita tetap melakukan rapat koordinasi terkait pengamanan,” pungkasnya. (rien).