SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Hujan deras yang terjadi sejak siang hingga sore, Kamis (8/1/2020), telah mengakibatkan air sungai di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meluap.Â
Badan sungai tidak mampu menampung air dan akhirnya meluap ke jalan nasional Bojonegoro – Nganjuk, sehingga menganggu arus lalu lintas.
Kondisi tersebut, membuat Team SAR (Search And Rescue) Satuan Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro turun di lokasi dan melakukan pengecekan terhadap luapan air irigasi yang berada di Desa Mojoranu.
Komadan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim AKP I Gusti Putu Sumantri, menyampaikan, luapan air irigasi ini disebabkan karena curah hujan tinggi mengguyur kawasan Bojonegoro sehingga irigasi tidak mampu menampung aliran air.
“Akhirnya, mengakibatkan akses utama jalan Bojonegoro – Dander tepatnya di Desa Mojoranu terendam air setinggi 25-30 centimeter,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (9/1/2020).Â
Banyak kendaraan yang melintas di jalur tersebut merasa kesulitan dan harus dibantu oleh anggota Brimob yang sedang siaga di lokasi. Petugas mendorong kendaraan roda dua yang melintas agar pengendara tidak jatuh akibat hambatan air yang merendam jalan.
“Belakangan ini curah hujan di kawasan Bojonegoro semakin meningkat menjadi lebih tinggi, kami Team SAR Brimob bersama BPBD Bojonegoro bersiap siaga menanggulangi terjadinya bencana banjir,†tegasnya.
Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama meminimalisir bencana banjir dengan cara membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami berharap jika terjadi sesuatu akibat bencana segera menghubungi kami atau petugas terdekat agar kami segera bisa mengambil langkah prioritas†pungkasnya.Â
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Umar Ghoni menambahkan, akibat peristiwa tersebut jalan nasional terendam air sepanjang kurang lebih 10 meter dengan ketinggian kurang lebih 30-40cm.
“Sekarang genangan air sudah hilang dan arus lalu lintas kembali normal,” sambungnya dikonfirmasi Kamis malam.(rien)