SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Jumlah tenaga kerja di Proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procuremen, and Constructions Gas Proccesing Facilities/EPC- GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB) hingga Desember 2019 lalu, mencapai 2.509 orang.Â
“Jumlah itu terdiri dari skilled, semiskilled, unskilled,” kata Site and Manager PT Rekind, Zaenal Arifin kepada suarabanyuurip.com, Selasa (28/1/2020).Â
Zaenal menjelaskan, dari jumlah 2.509 pekerja tersebut, untuk tenaga kerja skill sebanyak 1.106 orang, semiskill 853 orang, unskill 550 orang. Para pekerja berasal dari 12 desa ring 1 proyek Gas JTB, lokal Bojonegoro, dan luar daerah.Â
“Kami mengklasifikasikan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing pekerja,” tandasnya.Â
Jika dipersentase, kata pria yang berdomisili di Kabupaten Tuban ini, untuk pekerja lokal jumlahnya sebanyak 1.718 orang atau 68 persen, dan non lokal sebanyak 791 orang atau 32 persen.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengaku, jika perekrutan tenaga kerja proyek gas JTB selama ini selalu dikoordinasikan dengan Pemkab Bojonegoro.Â
“Selama ini kami memfasilitasi kebutuhan tenaga kerja di sana,” imbuhnya.Â
Agus menyampaikan, ada ratusan tenaga kerja lokal Bojonegoro yang sudah memiliki sertifikasi migas. Sebagian besar, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi tersebut dari program yang diberikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja (KKKS) di bawah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).Â
“Ya itu dulu, sertifikasi migasnya ada yang dari EMCL juga PEPC,” pungkasnya. (rien)Â