Disperindag : Bawang Putih Naik Bukan Karena Virus Corona

19486

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Naiknya harga bawang putih hampir sepakan ini bukan disebabkan mewabahnya virus corona. Sekalipun bahan bumbu dampur itu diimpor dari China. 

“Kenaikan harga bawang putih saat ini bukan terjadi akibat pengaruh virus Corona,”  tegas Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, Sukaemi, Minggu (9/2/2020).

Menurut Sukaemi, kenaikan harga bawang putih disebabkan beberapa faktor. Di antaranya curah hujan tinggi membuat gagal panen sehingga kualitasnya menjadi kurang baik. 

“Namun ada bawang putih yang kualitasnya bagus. Sehingga harganya lebih mahal,” imbuhnya. 

Akibatnya, lanjut Sukaemi, hukum permintaan penawaran berjalan. Saat bawang putih dengan kualitas tinggi yang mempengaruhi kadar harga lebih mahal dari harga bawang umumnya. Perbandingannya, dua siung banding satu siung bawang dan faktor permainan dagang yang kurang sehat. 

Oleh karena itu, perlu dilakukan operasi pasar murah dengan mendatangkan bawang putih dengan harga standar. 

“Kami mengimbau kepada masyarakat tidak membeli terlalu banyak untuk ditimbun,” tukasnya. 

Salah seorang pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Bu Sri mengatakan, kenaikan harga bawang putih terjadi sejak lima hari terakhir. Perkilogram harga eceran senilai Rp 50 ribu. 

Baca Juga :   Oknum Perangkat Desa Jadi Tersangka Ilegal Loging

“Sebelumnya harga bawang putih Rp 32 ribu perkilogram,” lanjutnya. 

Selain bawang putih, kebutuhan dapur yang diimpor dari China salah satunya juga bawang bombai. Stok bawang bombai ini beberapa hari juga kosong. 

“Bawang putih dan bombai ini semua dari China. Kelangkaan ini mungkin akibat Virus Corona,” ujarnya.(rien)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *