SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kontraktor pelaksana proyek Gas Processing Facility (GPF) lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Konsorsium PT Rekayasa Industri-Japan Gas Corporation (JGC) dan Japan Gas Corporation Indonesia (JGCI) atau RJJ, merespon cepat keluhan warga dan pengguna yang berharap agar jalan poros Kecamatan Gayam ke Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang rusak untuk diperbaiki.
Sepanjang badan jalan yang berlubang mulai dekat pertigaan Dusun Gledekan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam hingga lokasi proyek GPF JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem diuruk pedel dan diratakan dengan alat berat, Kamis (27/2/2020). Sehingga arus lalu lintas meski belum maksimal sudah berjalan lancar dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah keluhan kami direspon cepat, Mas. Setiap titik kerusakan jalan yang berlubang diratakan dengan diuruk pedel,” kata Suntoyib, kepada Suarabanyuurip.com.
Pria yang juga sopir dump truck pengirim material proyek JTB ini menambahkan, meski belum maksimal namun dengan diratakannya titik kerusakan setidaknya sudah bisa membuat arus lalulintas lancar.
“Mudah-mudahan kedepan jalannya dibangun secara permanen oleh pemerintah sehingga arus lalulintas Gayam ke Ngasem semakin bertambah lancar,” ujar warga Desa Gayam ini.
Terpisah EPC GPF Construction & Pipe Line Manager, Iwan Hamzah, mengungkapkan, pada dasarnya Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) meminta setiap kontraktor bertanggung jawab dengan memperbaiki setiap Jalan atau lainnya yang mengalami kerusakan setelah dipakai atau digunakan. Seperti kerusakan jalan yang sudah dilakukan perbaikan oleh RJJ tersebut.Â
“Baik dari kontraktor GPF maupun drilling harus bertanggug jawab jika ada jalan maupun lainnya yang mengalami kerusakan setelah dipakai untuk dilakukan perbaikan,” pungkas pria ramah ini melalui pesan WhatsApp.(sam)