SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), menyambut baik peluang kerja sama kemitraan bisnis Pertashop yang dibuka Pertamina untuk bermitra dengan masyarakat, terutama pemerintah desa maupun pelaku UMKM.Â
“Pertashop ini adalah program bagus dari Pertamina. Utamanya untuk menjangkau masyarakat yang ada di pelosok dan pedesaan,” ujar Ketua DPC Hiswana Migas wilayah Pati, Suma Novendi, Selasa (3/3/2020).
Adanya Pertashop ini, menurut dia, masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari produk Pertamina. Terlebih di wilayah-wilayah terpencil dan tidak memiliki SPBU.
“Selain Bahan Bakar Khusus atau BBK dengan harga dan kualitas terjamin, Pertashop tersedia produk lainnya, seperti oli,” jelasnya.
Ada tiga kategori Pertashop yang bisa dipilih yakni Gold, Platinum dan Diamond. Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari, dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekira 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 Km atau sesuai dengan hasil evaluasi.Â
Sedangkan jenis Platinum, dengan kemampuan penyaluran BBM sebanyak 1.000 liter per hari. Syaratnya, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU.
Untuk jenis Diamond berkapasitas penyaluran 3.000 liter perhari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.
Ada dua pola investas dalam kemitraan bisnis ini. Pertama, Pertamina yang berinvestasi dan desa menjalankan. Atau bisa juga desa yang melakukan Investasi dan ada rasio pembagian keuntungan.Â
Bagi yang berminat kerjasama, kata dia, bisnis Pertashop bisa menyiapkan lahan/lokasi dan telah dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum.Â
Kemudian akan dilakukan survei lapangan untuk melihat kelayakan dari omset dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya.
Setelah itu, pengurusan administrasi perijinan ke Pemda. Selanjutnya mengajukan desain dan pembangunan dan tahap akhir adalah kontrak kerjasama dengan Pertamina antara 10–20 tahun.(ams)