Pastikan APBD Bojonegoro Tahun 2020 Aman

APBD Bojonegoro Rp4

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menegaskan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 tidak akan mengalami penurunan.

“Kami yakin, APBD Bojonegoro tetap aman meskipun harga minyak mentah terjun bebas,” kata Kepala Bapenda, Ibnoe Soeyoti, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (10/3/2020).

Dia mengungkapkan, APBD Bojonegoro tahun 2020 di induk adalah sebesar Rp6,2 triliun, ditambah Sisa Lebih Anggaran (Silpa) Rp2 miliar. Atau jika ditotal adalah sebesar Rp6,4 triliun.

Sementara dari besaran tersebut, pendapatan dari Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) adalah sebesar Rp945 miliar.

“Meskipun harga minyak mentah dunia turun, kita optimis DBH Migas tetap tercapai bahkan lebih dari pagu sekarang,” tandasnya.

Ibnoe menyebutkan, optimistisme tersebut dikarenakan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, telah berkirim surat kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan telah ada jawaban. Isi surat tersebut adalah, Kemenkeu akan membayarkan sisa hutang dari DBH Migas yang belum disalurkan sebesar Rp789 miliar.

“Jadi, ada hutang dari pemerintah pusat yang belum disalurkan ke Bojonegoro sebesar Rp789 miliar dan memang sudah ada uangnya,” lanjutnya.

Baca Juga :   Pembahasan Raperda KTR Tetap Dilanjutkan, Meski Banyak Penolakan

Pihaknya optimis, jika di APBD perubahan tahun 2020, ada tambahan DBH Migas sebesar  Rp1,2 triliun. Karena, Bupati Anna telah meminta Kemenkeu untuk segera membayarkan hutang sebesar Rp789 miliar itu ke daerah.

“Jadi, meskipun harga minyak turun tetap tidak pengaruh pada DBH Migas di Bojonegoro,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi B, Lasuri, memprediksikan APBD Bojonegoro akan terjun bebas, mengingat harga minyak mentah dunia mengalami penurunan.

“Apalagi APBD kita ditopang dari DBH Migas, tentu akan mempengaruhi,” pungkasnya.

Sementara itu dilansir dari website resmi Kementerian ESDM, berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, rata-rata ICP minyak mentah Indonesia pada bulan Februari 2020 berada di harga USD 56,61 per barel. Harga tersebut turun dibanding ICP Januari 2020 mencapai USD 65,38 per barel. Artinya ICP mengalami penurunan sebesar USD 8,77 per barel.

Disamping itu, menurut Tim Harga Minyak Indonesia harga ICP SLC pada Februari 2020 juga mengalami penurunan sebesar USD 8,59 per barel, sehingga harganya menjadi USD 57,18 per barel.

Baca Juga :   SH Terate Bojonegoro Salurkan Zakat Fitrah di Sekitar Ladang Migas Sukowati ‎

Turunnya harga ICP dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, penurunan permintaan minyak mentah global yang menyebabkan turunnya harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional.

Kedua penyebaran virus COVID-19 di berbagai negara di dunia mengakibatkan kekhawatiran atas kondisi ekonomi global dan penurunan permintaan minyak mentah. Untuk kawasan Asia Pasifik, penyebaran virus COVID-19 mengakibatkan tidak beroperasinya transportasi umum dan rendahnya aktivitas ekonomi di negara tersebut sehingga permintaan minyak mentah menjadi rendah. Selain itu, penurunan harga juga dipengaruhi dari melambatnya pertumbuhan ekonomi India.

Ketiga penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada Februari 2020 juga disebabkan oleh sentimen negatif pasar atas ketidakpastian sikap Rusia terhadap rencana OPEC+ untuk melakukan tambahan pemotongan produksi minyak mentah sebesar 600.000 barel per hari.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *