SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro bisa memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat terkait penyaluran air bersih.
“Terlebih, PDAM akan bekerjasama dengan kontraktor Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru, PT Rekayasa Industri (Rekind), dan menerima pendapatan yang besar dari penjualan airnya,” kata salah satu anggota Komisi B, Lasuri, Rabu (11/3/2020).
Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan, jika masyarakat di wilayah selatan Bojonegoro, lanjut poseperti Kecamatan Dander, Temayang, Sekar, Bubulan, Ngambon, dan Ngasem, sangat membutuhkan jaringan pipa baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Sehingga, anggaran yang nilainya cukup besar atau ditargetkan sebesar Rp1,5 miliar dalam jangka waktu 18 bulan, PDAM bisa memanfaatkan anggaran itu untuk memasang jaringan baru.
“Jadi, anggarannya bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Karena PDAM kan secara aturan memang belum bisa menyetorkan pendapatan ke daerah,” tandasnya.
Lasuri menyebutkan, layanan air bersih dari PDAM sebagian besar masih dikeluhkan warga. Apalagi, jika aliran air tidak lancar, macet, atau warna air yang keruh karena kebocoran pipa.
“Kami minta agar pelayanan PDAM di masyarakat itu dimaksimalkan,” tukasnya.
Sementara itu, Plt Dirut PDAM, Joko Siswanto, belum memberikan tanggapan terkait hal itu. Pesan pendek yang dikirimkan belum ada jawaban. Begitu juga saat dihubungi melalui telepon tak diangkat hanya terdengar nada sambung.(rien)