Anggota Dewan Diminta Antisipatif dan Humanis Siaga Corona

19746

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Wawan Kurnianto, meminta agar seluruh anggota tetap bersikap antisipatif dan humanis meski siaga virus Corona yang juga disebut Corvid-19 sekarang ini.

“Kita akan sosialisasikan kepada masyarakat di masing-masing daerah pilihan agar tidak ada kepanikan berlebih meski tetap siaga dan waspada,” kata Wawan sapaan akrabnya, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (17/3/2020).

Sebanyak 50 anggota DPRD Bojonegoro telah mendapatkan sosialisasi dari Dinas Kesehatan untuk diteruskan ke masyarakat. Selain memberi himbauan agar menggunakan hand sanitizer sebagai pembunuh bakteri dan virus ditangan, juga kewajiban bagi penderita flu dan batuk memakai masker.

“Kita mulai keliling ke masyarakat untuk menyampaikan itu, agar tidak panik dan tetap siaga mencegah virus dengan menjaga kebersihan dan kesehatan,” tegas Politisi asal Partai Gerindra ini.

Dengan kata kunci “Seger, Waras, Kuat Slamet” atau “Segar Sehat, Kuat Selamat”, politisi ramah ini mengajak masyarakat Bojonegoro untuk tetap optimis melawan Virus Corvid-19. 

Baca Juga :   Banjir Landa Desa Beged, 20 KK Ring 1 Blok Cepu Terdampak

“Tetap waspada dan Siaga, jangan panik pokoknya,” tukas Wawan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, Ani Pudjiningrum, menyampaikan, untuk meningkatkan kewaspadaan atas perintah Presiden Joko Widodo, ada surat edaran Gubernur kepada Bupati yang diteruskan ke Camat dan Kepala Desa terkait penetapan infeksi Corvid-19.

“Karena wabah ini jenis influenza, maka pasien yang mengalami gejala harus memakai masker,” ujarnya saat sosialisasi di DPRD Bojonegoro, Senin (16/3/2020) kemarin.

Ketika ada yang terjangkit covid19, Ani memaparkan, skenario yang harus dilakukan adalah mendatangi Puskesmas, Klinik, atau Dokter. Klinik akan melihat apakah masuk Daftar Orang Pengawasan. Kalau masuk akan dirujuk ke RSUD Sosodoro Djatikusmo yang masuk 100 RS rujukan Corvid-19.

“Sementara dua RSUD lainnya menyiapkan sebagai penyangga RSUD Sosodoro karena dua RS yang lain punya ruang isolasi,” tandasnya.

Kalau tidak memenuhi Daftar Pengawasan, maka akan diawasi 14 hari atau dipantau saat isolasi sendiri dirumah. Kalau berlanjut selama 14 hari tidak sembuh maka akan dirujuk.

“Yang penting menyampaikan ke masyarakat dan jaringannya termasuk anggota DPRD juga,” tandasnya.

Baca Juga :   Jemaah Haji Mulai Menuju ke Mina untuk Menjalani Hari Tarwiyah, 8 Dzulhijah

Setiap hari, melakukan screening di stasiun dan terminal Bojonegoro menggunakan scanner suhu. Kalau suhunya lebih dari 38 celcius akan ditangani prosedur yang ditetapkan.

“Dinas kesehatan akan membuka posko untuk pusat informasi supaya tidak terjadi kesimpang siuran,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *