Tak Pedulikan Corona Petani Blok Cepu Tetap Memanen Padi

19765

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Adanya status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Corona atau yang disebut Covid-19 membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengambil langkah antisipasi.

Surat edaran yang ditanda tangani Sekda Bojonegoro, Nurul Azizah tersebut berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat penyelenggara daerah seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar meniadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Serta tidak bepergian keluar kota Bojonegoro.

Hal itu membuat kondisi di Pemerintahan Daerah terlihat sepi aktivitas. Hal ini berbanding terbalik di pedesaan.

Seperti di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Tidak ada yang berubah di desa sekitar Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu itu sejak ditetapkannya status KLB oleh Pemerintah Pusat.

Sejak pagi hingga sore, para petani yang menggarap sawah dan panen padi. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Seakan tak terlintas dibenaknya berkaitan isu wabah corona. Agus, petani setempat, misalnya.

Agus mengaku, masih terus melanjutkan aktivitas sejak empat hari terakhir, meski semua sekolah diliburkan akibat KLB Virus Corona.

Baca Juga :   Dua Pelaku Ditangkap, Dua DPO

“Kalau kita tetap saja bekerja, masalah Virus Corona tidak begitu mempengaruhi karena sudah waktunya panen,” imbuh buruh tani 45 tahun ini, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (19/3/2020).

Dia mengaku, jika hanya mengisolasi diri di rumah, bisa jadi tidak mendapat penghasilan. Maklum sebagai buruh tani, pendapatan andalannya hanya dari bekerja di sawah dan kerja serabutan diluar.

“Kalau mendekam di rumah, anak dan istri saya makan apa,” tandasnya.

Wartoyo (35), petani lainnya mengaku sudah mendengar adanya wabah Virus Covid-19 dari anaknya yang bersekolah di SDN Gayam. Bahkan, hari ini perpanjangan belajar di rumah dilakukan hingga 29 Maret 2020 mendatang.

“Biar anak dan istri saja yang di rumah. Saya tetap bekerja,” ujarnya usai mengangkut gabah 1 Kuintal yang ditumpuk dipinggir jalan.

Meski khawatir akan Virus yang menewaskan banyak orang di seluruh Dunia ini, pria lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini pasrah pada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kita pasrah saja, yang penting jangan sampai tidak bekerja. Kalau tidak bekerja tidak dapat uang,” pungkasnya.(rien)

Baca Juga :   Ketinggian Luapan Air Capai 1 Meter

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *