SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih mengkaji terjadinya Flowing atau semburan air bercampur lumpur dan gas di Sumur Minyak KW36 Dusun Ngudal, Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu (18/3/2020) lalu.Â
“Kita sudah ambil sample cairan untuk dibawa ke laboratorium dan dikaji,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hanafi, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (20/3/2020). Â
Disampaikan, jika dampak dari semburan dari sumur yang dikelola oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu tersebut belum dapat dipastikan. Apakah menyebabkan pencemaran atau tidak.Â
“Kita kaji lebih jauh lagi dampak Flowing tersebut. Karena tidak bisa diketahui jika hanya dua hari ini,” tandasnya. Â
Camat Malo, Jamari menegaskan, jika jarak antara sumur dengan lahan pertanian sejauh 1 Km lebih. Hanya saja, aliran air dari semburan sumur berpotensi menuju ke lahan warga jika turun hujan.
“Kami masih mendata, lahan mana saja yang terdampak dengan adanya Flowing tersebut,” tuturnya dikonfirmasi terpisah.
Jamari menyatakan, jika dalam pertemuan dengan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu kemarin, telah ada komitmen bersama dalam penanganan dampak yang terjadi di lapangan termasuk sawah warga. Apalagi, waktu itu Flowing hanya terjadi 2 jam dan langsung ditangani dengan baik oleh tim Pertamina.Â
“Pertamina EP Asset 4 Field Cepu siap bertanggung jawab jika memang ada pencemaran. Tapi kan harus dikaji dan didata dulu,” urainya.Â
Sebelumnya, Public and Relations Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Angga Aria, menyampaikan, Flowing telah ditangani oleh tim Pertamina EP Asset 4 Cepu Field. Yakni dengan melokalisir area yang terdampak dari luberan cairan yang keluar dari dalam sumur KWG 36-T.
Menurut Angga, adanya flowing di sumur KW36, menunjukkan adanya potensi minyak, karena masih tingginya tekanan dari dalam sehingga minyak mengalir.
“Kami akan melakukan pemantauan secara terus menerus dan akan kami update informasinya secara berkala kepada seluruh stakeholder terkait,” tandasnya. (rien)