SuaraBanyuurip.com – winarto
Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak atau LSM MSTPM meminta kepada semua operator migas dan kontraktornya yang beroperasi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menghentikan sementara pekerja baru untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.Â
“Ini untuk pencegahan sekaligus memberi rasa aman kepada warga sekitar migas,” ujar Ketua LSM MSTPM, Suparmo kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (21/3/2020).
Operator migas yang dimaksud adalah ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu; Pertamina EP Cepu, operator Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB); dan Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.
“Mereka harus menginstruksikan semua kontraktornya menyetop pendatang atau pekerja baru. Apalagi dari luar daerah Bojonegoro,” tegasnya.
Tokoh masyarakat Desa Braowan, Kecamatan Gayam, itu – Suparmo menyarankan kepada semua operator dan kontranya agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap para pekerjanya yang akan beraktivitas.  Â
“Jangan sampai lengah. Kewaspadaan harus ditingkatkan,” tandasnya.
Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, menegaskan, telah melakukan skirining terhadap semua pekerjanya yang akan masuk lokasi proyek termasuk para subkontraktor. Cara ini untuk mengetahui suhu tubuh para pekerja. Â
“Personil yang memiliki temperatur di atas 38 derajat celsius tidak diperkenankan masuk ke site,” tegas Zainal.Â
Serupa dilakukan EMCL untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19. Anak perusahaan raksasa minyak asal Amerika, ExxonMobil, itu telah melakukan tindakan untuk mendukung usaha pemerintah meminimalisir virus corona, termasuk memberikan informasi terkini dan panduan kepada para pekerja.Â
Selain itu, memeriksa temperatur pekerja dan pengunjung, serta melakukan pembatasan rencana perjalanan bisnis. Â
“Lain daripada itu, kami tengah melakukan uji coba kebijakan bekerja di rumah,” ujar Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya.
Ditegaskan, operasi EMCL di Lapangan Minyak Banyu Urip berjalan normal dengan terus memperhatikan aspek keselamatan dan reliabilitas operasi.
“Fokus kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan dari para pekerja serta turut menjalankan peran kami dalam membantu mengurangi penyebaran virus corona di masyarakat,” pungkas Rexy.(win)