Antisipasi Lonjakan Pemudik, Desa di Bojonegoro Diminta Siapkan Tempat Karantina

19883

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta semua desa di wilayahnya menyiapkan ruang karantina untuk mengantisipasi lonjakan pemudik khususnya dari zona merah-daerah terjangkit Virus Corona atau Covid-19-menjelang ramadan dan lebaran Idul Fitri 2020.  

Penyiapan ruang karantina di semua desa sesuai Surat Edaran Nomor 141/1378/412 211/2020 tanggal 2 April 2020 tentang Penganggaran APBDes Bagi Percepatan penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayahnya, yang dikeluarkan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah.

Surat edaran tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro dengan mengirimkan surat kepada 28 Camat. Isinya, agar seluruh jajaran pemerintahan sampai di tingkat desa, di samping melakukan pencegahan juga perlu melakukan kesiapan atau melakukan langkah-langkah lanjutan. 

Yakni meminta kepada semua desa untuk menyiapkan tempatl lokasi sebagai ruang isolasi khusus bagi warga atau pemudik yang berasal dari wilayah zona merah atau daerah terdampak Covid-19. Tempat tersebut berupa bangunan atau ruang dengan fasilitas standar tempat tinggal sementara yaitu ada tempat tidur, jaringan air bersih, ventilasi dan kamar mandi/WC.

“Suratnya sudah kita kirim ke semua camat agar memerintahkan kepala desa untuk menyiapkan ruang isolasi,” ujar Kepala DPMD Bojonegoro, M Machmuddin dalam surat edarannya.

Baca Juga :   Pedagang Pasar Beras Cepu Bakal Di-Rapid Test

Dijelaskan, ruang khusus tersebut bukan kantor desa, tetapi fasilitas ruang lain yang ada di desa bisa berupa bangunan atau ruang kelas yang tidak terpakai, bangunan rumah penduduk yang sementara kosong atau bangunan lain menyesuaikan kondisi yang ada di desa.

“Data lokasi tempat isolasi harus dikirim kepada Bupati Bojonegoro melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa paling lambat hari Senin tanggal 6 April 2020,” pungkasnya. 

Menanggapi surat edaran DPMD Bojonegoro,  Camat Kalitidu, Imam WS menyampaikan, telah menurunkan surat ke semua desa di wilayahnya agar menyiapkan tempat isolasi bagi pemudik dari zona merah seperti isi surat. Mulai daya tampung ruang isolasi, kelayakan, persiapan MCK, listrik, dan lain-lain.

“Kita minta untuk segera disiapkan. Maksimal tanggal 6 April sudah dikirim ke kecamatan. Setelah itu kita rekap dan kirim ke kabupaten,” tegas mantan pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro itu.

Imam mengakui, jika sekarang ini sudah ada pemudik dari sejumlah daerah yang kembali di sejumlah desa di wilayah Kalitidu. Jumlahnya sebanyak 80 orang. 

“Jumlah itu terhitung sejak Senin 30 Maret sampai Jumat 3 April,” pungkasnya dikonfirmasi Jumat (3/4/2020).

Senada disampaikan Camat Gayam, Agus Hariyana Panca Putra. Dijelaskan, sekarang ini semua desa di wilayahnya sedang mencari bangunan kosong sebagai tempat karantina. 

Baca Juga :   Korban Warga Gayam dan Dander

“Nanti bisa menempati gedung karang taruna, atau rumah kosong. Setelah akan kita cek bersama lokasinya untuk mengetahui kapasitas dan fasilitasnya,” sambung Agus dikonfirmasi terpisah.

Selain itu, lanjut Agus, pihaknya juga berkoordinasi dengan Puskesmas Gayam untuk menyiapkan tenaga medis pada saat masa karantina dan standar operasi prosedur (SOP).

“Juga tentang bagaiaman kebutuhan hidup mereka selama di karantina. Apakah dibebankan dari dana desa atau secara bergotong-royong,” tutur mantan Plt. Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro itu.

Ditambahkan, hingga saat ini sudah ada sekira 200 warga Gayam yang pulang merantau dari sejumlah daerah. Mereke tersebar di 12 desa.

“Mereka pulang ke sini karena di sana sudah tidak bekerja. Namuan sementara ini mereka karantina secara mandiri dengan pengawasan tim gugus tugas Covid-19 di masing-masing desa,” jelas Agus. 

Ia mengimbau masyarakat yang berada di perantauan agar menahan diri tidak pulang kampung untuk mencegah penyebaran corona lebih luas.  

“Ini demi kepentingan bersama dan masyarakat banyak. Jangan sampai kedatangan mereka ke kampung halaman justru menularkan corona,” pungkasnya.(suko)




»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *