Hasil Rapid Tes Pekerja Migas Sukowati Negatif Covid-19

19881

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S), Lapangan Sukowati, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, menyampaikan, ada tujuh pekerja skill atau tenaga ahli datang dari berbagai daerah setelah selama kurang lebih 14 hari dalam masa off atau tidak bekerja. 

“Tujuh orang tersebut ada dari Bandung, Sumatera, Jambi dan juga Jakarta,” kata PKS L&R Assistan Manager Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Jason W Purba, Jumat (3/3/2020).

Semua pekerja skill tersebut merupakan crew rig dai PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) yang baru datang ke Bojonegoro dan dilakukan pemeriksaan awal bersama Dinas Bojonegoro didampingi tim lainnya dari Gugus Tugas Pencegahan Virus Covid-19 pemerintah daerah. 

“Selama 14 hari, mereka akan berdiam diri di mess untuk karantina mandiri sesuai arahan Gugus Tugas pencegahan covid-19,” tandasnya. 

Jason mengungkapkan, beberapa kali melakukan sosialisasi dari tim medis Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field bahwa virus ini memang mudah menyebar sehingga  menerapkan prosedur tetap (protap) dalam pencegahan virus Covid-19 ini sejak Februari lalu.

Baca Juga :   Studi Banding Pemkab Blora ke Wirasaba Diangggap Percuma

“Kita sudah menerapkan protap sejak Februari 2020 lalu, bahkan wajib lapor saat off berada dimana, suhu tubuh, dan lain sebagainya. Ada check list nya yang harus diisi. Kalau 14 hari sehat baru boleh datang ke Bojonegoro,” tandasnya. 

Menurutnya, masih ada 26 pekerja lagi yang akan datang ke Bojonegoro secara bertahap. Semua pekerja itu menggantikan crew rig yang tidak libur selama hampir bekerja selama tiga Minggu. Tentu saja, puluhan pekerja itu didatangkan secara bertahap dengan prosedur ketat yang ditetapkan perusahaan dan menyesuaikan imbauan dari Pemerintah pusat maupun daerah. 

“Keselamatan dan Kesehatan pekerja adalah yang utama bagi kita selama ini, jadi kita upayakan tidak ada Virus Covid-19 yang ditularkan dari pekerja disini,” tandasnya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr. Wheny Dyah, mengungkapkan, jika pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan menggunakan rapid tes kepada pekerja migas di Lapangan Sukowati.

“Hasilnya negatif, tidak ada tanda-tabda suspect meskipun harus melalui masa karantina mandiri selama 14 hari. Setelah itu, bisa melakukan aktivitas,” pungkasnya.(rien) 

Baca Juga :   Aktivitas Naker di Proyek Banyuurip Menurun

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *