SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, kondisi wabah Virus Corona (Covid-19) sekarang ini membuat harga minyak mentah dunia mengalami penurunan. Untuk produksi sumur tua dipastikan aman.Â
“Kami memastikan, jika produksi di sumur tua aman meski harga minyak dunia turun,” kata Ketua Komisi B, Sally Atyasasmi, Senin (13/4/2020).
Dia juga berharap, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengelola sumur tua di Kecamatan Kedewan tahun ini mampu menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD) sesuai target.
“Kalaupun ada kendala, PT BBS bisa menyampaikan kepada kami agar kita mencari solusi bersama-sama,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager Operasional, PT BBS, Ali Imron, mengaku, jumlah produksi tahun 2019 adalah 79.567,27 barel dengan rata-rata produksi tahun 2019 adalah sebesar 235,73 bopd.
“Sedangkan untuk tahun 2020 sampai dengan Maret sebesar 25.779,99 barel dengan rata-rata produksi sebanyak 283,3 bopd,” imbuhnya.
Diungkapkan, jika upaya meningkatkan produksi dengan cara, reaktifasi dan well service sumur yang mengalami trouble, treatment produksi ditingkatkan, dan sosialisasi kepada penambang bahwa setiap hasil produksi sumur tua yang di terima PT BBS terdapat hak dari penambang dan masyarakat dalam bentuk BPJS Ketenagakerjaan, pemberian Alat Pelindung Diri (APD).
“Sementara bagi penambang yang mengirim melalui PT BBS, penyaluran dana desa dimana dalam pendistribusian kita koordinasi dengan camat dan kepala desa termasuk pengelolaan lingkungan yang saat ini terus kita tingkatkan,” pungkasnya.(rien)