Pertamina EP Perbaiki Fasilitas Pengolahan Gas Gundih

19947

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Investigasi oleh Internal Pertamina EP dan SKK Migas untuk menemukan penyebab kebakaran Unit _Thermal Oxidizer_ (TOx) CPP Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih berlangsung. Secara pararel perbaikan fasilitas pengolahan gas juga dilaksanakan Tim Pertamina EP. 

General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto menyampaikan bahwa tim di lapangan mulai melakukan persiapan pemasangan crane dan perancah (red,scaffolding) pada dinding luar TOx.

“Kita bergerak paralel, sembari investigasi berjalan sudah mulai kita persiapkan material dan tenaga untuk melakukan instalasi pemasangan scaffolding,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (13/4/2020).

Disampaikan, timnya melakukan upaya percepatan perbaikan sampai CPP Gundih segera beroperasi kembali.

“Proses investigasi nantinya akan mengerucut mengenai seberapa besar kerusakan akibat kebakaran.  Sehingga kita bisa menghitung estimasi waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan,” jelasnya.

Perancah atau scaffolding sendiri digunakan sebagai bangunan sementara. Untuk membantu pekerja bekerja ataupun melakukan perbaikan pada ketinggian tertentu dengan aman.

“Proses instalasi baru mencapai tiga persen, dengan material pendukung yang tiba di lokasi sekira 30% dengan manpower 28 orang. Minggu ini akan kita kejar, doakan semuanya bisa berjalan lancar,” ungkapnya. 

Baca Juga :   Akademisi Tak Persoalkan Alih Fungsi 5.130 Ha Hutan Bojonegoro untuk Pabrik Bioetanol

Agus menegaskan, proses tersebut adalah tahap awal dari seluruh rangkaian proses Recovery CPP Gundih. “Kami mohon dukungan dari seluruh pihak agar upaya kami berjalan lancar,”  ujar pria ramah ini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Jabanusa SKKMigas, Nur Wahidi menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang sudah ditempuh Pertamina EP.

“Kami siap mendukung kelancaran recovery CPP Gundih. Karena dengan beroperasinya kembali CPP Gundih maka diharapkan pemenuhan terhadap kebutuhan energi dari gas yang dihasilkan CPP Gundih bisa kembali terpenuhi,” kata Nur Wahidi.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *