SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Tuban – Bupati Tuban, Jawa Timur, H Fathul Huda meminta, setiap desa menyiapkan tempat isolasi bagi pemudik lebaran tahun 2020. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.Â
Tempatnya bisa di rumah warga, gedung sekolah, atau balai desa. Fasilitas isolasi tersebut akan dipakai menampung warga desa setempat yang datang dari luar daerah, maupun luar negeri.Â
Walau berada di desa, tempat karantina selama 14 hari tersebut, dilengkapi fasilitas memadai untuk isolasi. Sekaligus dikontrol oleh petugas medis dari Dinas Kesehatan, dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban.Â
Terkait hal itu, Bupati Fathul Huda, pada Selasa (14/4/2020) meninjau kesiapan sejumlah desa dalam menyiapkan tempat isolasi untuk warganya yang mudik. Lokasi yang ditinjau diantaranya, Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, dan Desa Maibit, Kecamatan Rengel.Â
Sedangkan di wilayah Kecamatan Soko, Bupati Tuban dua periode itu mengecek Desa Rahayu, dan Desa Sokosari. Tak ketinggalan meninjau Posko pemantau pendatang di perbatasan Tuban – Bojonegoro, di wilayah Soko. Â
Tampak mendampingi orang nomor wahid dari daerah yang dulu dikenal sebagai Bumi Ronggolawe itu, Wabup H Noor Nahar Hussein, Ketua DPRD HM Miyadi, Kapolres AKBP Ruruh Wicaksono, dan Dandim 0811 Letkol Inf Viliala Romadhon.Â
Pak Huda, begitu tokoh NU asal Desa Jetak, Kecamatan Montong ini akrab disapa warganya, mengatakan, seluruh desa yang dikunjungi telah menyiapkan posko dengan baik, seperti fasilitas tempat tidur, kipas angin, makanan, dan kebutuhan dasar warga yang akan diisolasi nantinya.
“Saya apresiasi desa yang sudah menyiapkan tempat isolasi dengan baik, nanti akan digunakan untuk para pemudik yang berasal dari desa tersebut,†jelas alumni Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.Â
Ia berharap, Pemerintah Desa mendata berapa jumlah warganya yang akan mudik, hal ini untuk antisipasi kesiapannya. Meski demikian pengurus PWNU Jawa Timur itu tetap mengingatkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, agar masyarakat tidak melakukan mudik untuk menghindari meluasnya sebaran virus Corona.Â
Mantan Ketua PCNU Tuban yang hingga kini masih gemar berceramah agama di desa-desa tersebut menegaskan, jika nanti ada warga yang menolak melakukan isolasi, pihak desa bisa bertindak tegas. Semua harus peduli, dan saling peduli keselamat diri dan orang lain.Â
“Saya minta masyarakat nanti patuh pada aturan isolasi. Nantinya setiap isolasi akan ada SOP sesuai arahan dari Dinas Kesehatan,” tegas Bupati Huda.Â
Jika saat diperiksa kondisinya tidak menunjukkan adanya gejala yang mengarah ke Covid-19, mereka diminta melakukan isolasi mandiri di rumah masing- masing selama 14 hari. “Tapi jangan sembrono, tetap jaga jarak dengan anggota keluarga,†katanya.Â
Saat ini Ruang isolasi disiapkan oleh desa bermacam-macam, diantaranya di Balai Desa ataupun Sekolah Dasar, tergantung desa masing-masing. Selain itu di perbatasan juga telah dibangun posko untuk pemudik, seperti di perbatasan Tuban – Bojonegoro di Kecamatan Soko yang dikunjungi jajaran Forkompinda Tuban.Â
“Seluruh tim di posko, saya minta melakukan pemantauan dengan maksimal dan melakukan pendataan setiap orang yang tiba dan mengecek kesehatannya,” kata pria ramah itu.Â
Dalam kunjungannya, Ia menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD). “Saya harap dengan disediakan tempat isolasi dengan alat yang lengkap ini, kita bisa memutus rantai Covid 19 di Kabupaten Tuban,” pungkas Fathul Huda. (tbu)