Inilah Kronologi Meninggalnya ODP Sekitar Lapangan Migas Sukowati

20027

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Warga berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) dari Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berinisial Ll (44), yang meninggal dunia belum diketahui hasil Rapid Tes maupun Tes Swab.

Kepala Desa (Kades) Campurejo, Edi Sampurno, menegaskan, hasil Rapid Tes yang dikeluarkan oleh salah satu Rumah Sakit swasta tempat pasien dirujuk pertama kali tidak disebutkan apakah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak.

“Jadi tolong diluruskan, kalau hasil Rapid Tes tempat pasien pertama dirujuk itu tidak menunjukkan positif covid-19. Hanya saja, mengarah pada kondisi yang mengharuskan dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikusmo untuk diisolasi,” tegas Kades dua periode ini.

Dia katakan, kronologi pasien yang tinggal disekitar Lapangan Migas Sukowati ini saat mengeluh sakit. Karena kondisi semakin memburuk, ibu dua anak ini memeriksakan diri di RS Aisyah. Namun, diketahui jika pasien memiliki riwayat sakit sesak dan diabetes.

Dari RS Aisyah, hasil dari Rapid Tes mengharuskan pasien dirujuk ke RSUD Sosodoro Djatikusmo pada Rabu (22/4/2020) untuk diisolasi. Saat di isolasi, pihak rumah sakit mengambil sample untuk dilakukan Tes Swab.

Baca Juga :   Perhutani Cepu Mulai Garap Sektor Peternakan

“Belum keluar hasilnya, warga saya itu sudah meninggal dunia tadi pagi,” tandasnya.

Edi mengungkapkan, dari riwayat pasien tersebut memang tidak pernah keluar kota atau dari daerah zona merah. Hanya saja dia setiap harinya berjualan di pasar hewan di Desa Banjarjo.

“Disitu setiap hari orang banyak dan berkumpul dari mana saja. Jadi, kemungkinan tertular dari pembelinya,” tukasnya.

Setelah dinyatakan meninggal, semua pihak bergotong royong untuk memakamkan di pemakaman desa sesuai protokol Covid-19.

“Kami sangat berterimakasih pada warga dan Pemkab Bojonegoro yang sudah membantu pelaksanaan pemakaman dengan baik dan layak,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Bojonegoro, Masirin, mengaku, belum mendapatkan informasi lengkap dari Dinas Kesehatan.

“Nanti akan kami beritahu secara detail informasi terkait ini,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *