SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Jakarta – Pemerintah telah menyiapkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat sepanjang pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan secara psikis tidak semua warga sanggup menghadapi wabah tersebut.Â
Selain itu tak sedikit laporan masuk ke pemerintah, sepanjang masa pandemi virus corona ini banyak warga menderita tekanan jiwa hingga depresi. Depresi juga terjadi akibat terhentinya aktifitas produktif, sehingga menyebabkan kehiangan pendapatan, dan bahkan pekerjaan.Â
Melihat pentingnya kebutuhan kesehatan jiwa, Kantor Staf Presiden (KSP) bersama tujuh lembaga lainnya meluncurkan layanan psikologi nasional untuk Kesehatan Jiwa (Sejiwa). Lembaga yang terlibat dalam layanan Sejiwa adalah, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA), Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, PT Telkom, Infomedia, dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).
“Layanan ini penting untuk ada di tengah munculnya sejumlah masalah psikologi akibat pandemi,†kata Kepala Staf Kepresidenan DR Moeldoko saat peluncuran layanan Sejiwa di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (29/4/2020).
Pada peluncuran Sejiwa yang juga dihadiri seorang penyintas Covid-19 case-01, Sita Tyasutami, tersebut, Moeldoko menegaskan, pentingnya kesehatan jiwa untuk melewati masa pandemi. Tidak semua orang sanggup menghadapi masa pandemi hingga memicu masalah kesehatan jiwa.Â
“Depresi bisa muncul karena berhentinya aktivitas produktif yang berdampak pada hilangnya pemasukan dan pekerjaan,†ujar Moeldoko.Â
Tekanan psikologis dibuktikan dengan meningkatnya jumlah aduan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Menurut data LBH APIK terdapat 59 kasus kekerasan, perkosaan, pelecehan seksual selama periode 16 -30 Maret 2020. Diantara kasus tersebut 17 diantaranya adalah kasus KDRT. Fenomena peningkatan KDRT terjadi secara global di masa pandemi.
Sedangkan Sita Tyasutami menceritakan, saat dinyatakan positif Covid-19 ada tekanan yang luar biasa. Tekanan itu mempengaruhi kekebalan tubuh yang makin menurun. Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah untuk membuka layanan konseling psikologi ini.Â
“Pada awalnya saya mendapatkan bantuan dari seorang psikolog kolega yang membantu saya. Saya senang ada layanan psikologi dari pemerintah,†ujar Sita.Â
Tampak dalam telekonferensi video peluncuran layanan Sejiwa diantaranya, Menteri PPPA I Gusti Bintang Ayu Puspayoga, Menteri Kominfo Jhonny G Plate, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo, Dirut Telkom Ririek Adriansyah dan Ketua HIMPSI Seger Handoyo.Â
Layanan Sejiwa merupakan tindak lanjut arahan Presiden Jokowi agar layanan psikologi nasional ini bisa diwujudkan. Layanan ini diberikan sebagai bentuk nyata bahwa negara hadir untuk menjaga warganya, salah satunya untuk menjaga kesehatan jiwa melalui layanan konseling dan edukasi kepada masyarakat terdampak Covid-19.Â
Layanan ini bisa diakses masyarakat melalui sambungan telepon 119 ext 8. Layanan 119 selama ini juga dikhususkan untuk memberikan pelayanan kesehatan seputar Covid-19. (tbu)