Pandemi Covid-19, Warga Sulit Terapkan Physical Distancing

20095

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Adanya Pandemi Covid-19 saat ini, membuat pelayanan publik di Kecamatan Gayam mengalami penurunan. Salah satunya kepengurusan E-KTP.

“Dulu yang mengurus administrasi kependudukan sangat banyak. Ada lebih dari 30 orang. Sekarang sekira 10 sampai 15 orang,” kata Camat Gayam, Agus Hariana Panca Putra, Senin (4/5/2020).

Dia ungkapkan, untuk mengurus E-KTP sekarang ini diterapkan physical distancing atau jaga jarak. Namun, terkadang warga masih kurang tertib, dan sulit dalam menerapkannya.

“Misalnya saja, ini kursinya sudah saya tandai silang hitam. Artinya jangan diduduki, agar ada jarak dengan lain, ee malah diduduki sampai tandanya hilang,” imbuhnya.

Menurutnya, sosialisasi kepada warga akan pentingnya menggunakan masker, cuci tangan, dan menerapkan physical distancing harus terus dilakukan.

“Kadang warga itu kan ya lupa,” tandas Camat sekitar Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu ini.

Terpisah, Wardoyo (35), warga Desa Mojodelik mengaku, kadang lupa menggunakan masker dan duduk sembarangan dengan warga lain yang mengurus di Kecamatan.

Baca Juga :   Polisi Tangkap Truk Tangki Solar Ilegal

“Rasanya pakai masker itu pengap, lagipula kadang sudah lelah dengan aktivitas sehingga duduk saja tidak saya perhatikan,” kata buruh tani ini.

Meski demikian, bapak dua anak ini berupaya menerapkan anjuran pemerintah meski disawah atau dilingkungan rumah masih berkumpul seperti biasa.

“Semoga kita semua terhindar dari virus ini,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *