Sehari Ada 3 Kasus Baru Positif Virus Corona di Bojonegoro

20104

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Kasus baru positif virus corona atau Covid – 19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meningkat signifikan. Dalam sehari, tiga orang dinyatakan positif berdarsarkan hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) test atau Swab, Senin (4/5/2020).

Ketiga kasus positif virus corona itu berasal dari Kecamatan Ngraho yang sebelumnya berstatus orang dalam pemantauan. Dua lainnya dari Kecamatan Bojonegoro dan Trucuk yang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). 

“Dua positif virus corona yang sebelumnya PDP ini telah meninggal dunia. Hasil swabnya baru keluar hari ini,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin kepada suarabanyuurip, Senin (4/5/2020) Malam. 

Kedua positif virus corona yang meninggal dunia itu adalah seorang wanita berusia 44 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, pada Kamis, 23 April 2020. Kemudian seorang wanita asal Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, meninggal pada Sabtu, 25 April 2020. Keduanya meninggal di RSUD Sosodoro Djatikoekoesomo.

Masirin mengaku belum mengetahui secara pasti apakah keluarga dari ketiga pasien positif virus corona tersebut sudah dilakukan rapid tes maupun tracking atau pelacakan kontak terhadap orang-orang yang pernah behubungan. 

Baca Juga :   DKPP Bojonegoro Targetkan Luas Tanam Kedelai 10.994 hektare

“Tapi kalau melihat kasus ini sudah lama, mestinya sudah,” ucap pria yang juga menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.

Dengan penambahan tiga kasus baru ini, jumlah komulatif positif virus corona di Bojonegoro hingga hari ini sebanyak 11 orang yang tersebar di tujuh kecamatan. Rinciannya, tiga orang yang merupakan satu keluarga di Kecamatan Gondang, tiga orang di Kecamatan Bojonegoro, dua orang di Kecamatan Trucuk.

“Tujuh kecamatan sekarang ini masuk zona merah,” pungkas Masirin.

Kemudian satu orang di Kecamatan Purwosari, satu orang di Kecamatan Ngraho, satu orang di Kecamatan Kepohbaru, dan satu orang di Kecamatan Balen yang meninggal pada 28 Maret 2020.   Selain terdapat penambahan kasus positif virus corona, berdasarkan grafik pemantauan hari ini, juga terdapat penambahan ODP sebanyak 2 orang, di Kecamatan Dander dan Gayam.

Begitu pula terdapat tambahan status PDP baru sebanyak 1 orang di Kecamatan Bojonegoro dan dinyatakan meninggal dunia. Untuk status orang dalam resiko (ODR) sebanyak 38.398 orang dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 367 orang.

Baca Juga :   PIB Bojonegoro Sosialisasikan Program Pendampingan 2021

Bupati Anna Muawanah mengimbau kepada warga Bojonegoro yang memiliki famili di luar kota untuk tidak mudik atau pulang kampung pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Tetapi bagi yang sudah terlanjur pulang kampung, untuk sadar diri dan atas dasar kemanusiaan melakukan karantina mandiri selama 14 hari sesuai protokol kesehatan.

“Ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. Desa-desa sudah menyiapkan rumah isolasi yang layak sesuai standart kesehatan bagi warga dari luar daerah,” pesannya saat melantik 17 Kepala Desa Terpilih melalui Video Conference  (Vidcon) di ruang Command Center Gedung PIP Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro Jalan AKBP. M Soeroko No 11, Senin (4/5/2020). (suko) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *