SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memprediksikan puncak penyebaran virus corona atau Covid-19 terjadi pada akhir bulan Mei 2020.
“Dengan catatan, masyarakat patuh dengan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pudjiningrum, saat Video Conference bersama wartawan, Selasa (5/5/2020).Â
Menurut dia, jika catatan dilanggar maka kasus penyebaran virus akan semakin memanjang. Terlebih, jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah.
“Orang yang terkonfirmasi positif saat ini berjumlah 12 orang, 3 sudah meninggal dan 2 di antaranya baru keluar hasil Swab kemarin,” ujar Ani.
Dari 12 orang positif virus corona tersebut, 3 diantaranya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari RSUD Sosodoro Djatikoesomo. Tiga orang itu adalah pasangan suami istri dari Kecamatan Gondang, dan 1 orang dari Kecamatan Kepohbaru. Â
“Hanya saja, saat ini posisi ketiganya masih dikarantina di Balai Latihan Kerja (BLK) Ngumpakdalem karena memang harus diisolasi mandiri,” tukasnya.
Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 7 orang. Dua Orang meninggal dunia, 4 orang dirawat di RSUD Bojonegoro dan 1 lagi berada di Kabupaten Lamongan.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin menambahkan, hasil Swab ketiga pasien positif virus corona yang diperbolehkan pulang dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo belum keluar.
“Namun berdasarkan pemeriksaan klinis lain dan cek antibodinya sudah mengarah sembuh,” sambungnya.(rien)