SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Sebanyak 21 tenaga medis di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hasil rapid tesnya reaktif. Meskipun hasil tersebut belum bisa memastikan mereka terpapar virus corona atau Covid-19, namun sekarang ini para tenaga medis telah menjalani isolasi.
Bupati Blora Djoko Nugroho, menyampaikan, ada 50 orang yang hasil rapid testnya reaktif. Rinciannya, 22 santri dari Klaster Temboro, 7 tenaga medis RSUD Blora, 14 tenaga medis RSUD Cepu, dan sisanya 7 orang dari masyarakat.
Dari 50 warga yang hasil rapid tesnya reaktif tersebut, ada beberapa yang belum terlacak darimana asal tertularnya untuk kepentingan tracking.
“Ada beberapa orang positif rapid test yang klusternya belum jelas atau belum diketahui secara pasti. Kalau RSUD Blora jelas mungkin Perumda, pasien Temboro jelas dari Magetan. Tapi ada saudara kita setelah dirapid positif belum tahu darimana penularannya. Ini yang sedang kita cari, kejujuran pasien sangatlah penting. Semuanya harus hati-hati,†tegas bupati.
Sementara untuk perkembangan peserabn Covid19 di Blora, Kokok , sapaan akrabnya, menyampaikan, hingga Senin (11/5/2020), pukul 13.00 WIB, pasien positif Covid-19 yang telah terkonfirmasi secara lab PCR (swab test) ada 9 orang. Rinciannya, tiga orang meninggal, dan 6 masih dirawat di RSUD Blora, RSUD Cepu dan Klinik Bakti Padma Klopoduwur untuk menjalani isolasi.
Sedangkan pasien dalam pengawawan (PDP) ada 10 orang, orang dalam pantauan (ODP) 37 orang, orang tanpa gejala (OTG) 164, dan pemudik mencapai 30.517 jiwa.
Kokok meminta kepada seluruh masyarakat mengikuti dan mematuhi imbauan pemerintah.Â
“Jangan berkerumun dengan orang banyak, dengan harapan penularan bisa berhenti dan bisa diselesaikan bersama,” pesannya.(ams)