Swalayan di Bojonegoro Terapkan Protokol Covid-19

20149

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro- Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona atau Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, intensif melakukan patroli di pusat perbelanjaan menjelang Idul Fitri 1441 H. Patroli dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona agar tidak meluas.

Seperti patroli yang dilakukan pertugas gabungan Satpol PP dan Dinas Perhubungan di empat swalayan besar di Bojonegoro, Selasa (12/5/2020). Yakni KDS di Jalan Veteran, Bravo Jalan Pemuda, Samudra Jalan Imam Bonjol, dan Giant Jalan Teuku Umar. 

“Kita ingin memastikan apakah swalayan-swalayan itu sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Adie Witjaksono dikonfirmasi, Selasa (12/5/2020) malam.

Menurut Adie, dari hasil pengecekan yang dilakukan, keempat swalayan telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam pelayanannya. Yakni mewajibkan semua karyawan dan pengunjung swalayan memakai masker, menyediakan hand sanitazer. Selain itu memeriksa suhu tubuh karyawan dan pengunjung yang akan masuk swalayan.

“Mereka juga menerapkan physical distancing atau jaga jarak saat berada di dalam dan melakukan pembayaran,” tutur Adie.

Baca Juga :   Pejabat Dindagkop dan UMKM Blora Diperiksa Kejaksaan

Ditambahkan, selain melakukan pengecekan, petugas juga menyampaikan imbauan-imbauan tentang pencegahan Covid-19 kepada karyawan dan pengunjung swalayan.

“Harapannya mereka memahami, dan bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas,” pungkasnya.

Hidayah, salah satu pengunjung Bravo mengaku tidak risih dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan pihak swalayan. 

“Memang harus seperti itu, karena kondisinya seperti ini. Untuk kebaikan bersama,” ucap wanita asal Kecamatan Purwosari itu.

Sementara itu, berdasarkan hpdate sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro Per-Tanggal 12 Mei 2020 Jam 18.00 WIB, masih terdapat penambahan baru orang dalam pemantauan sebanyak 2 orang, yakni di Kecamatan Malo dan Tambakrejo.

ODP selesai pemantauan selama 14 hari  sebanyak 2 orang, masing-masing di Kecamatan Gayam dan Sumberejo.

“Sehingga jumlah ODP pada hari ini tetap sebanyak 34 orang. ODP selesai pemantauan secara kumulatif sebanyak 178 orang, ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 212 orang,” sambung Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin dikonfirmasi terpisah.

Sementara itu, hari ini terdapat satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kecamatan Balen dinyatakan meninggal dunia. Sehingga PDP yang dirawat hari ini sebanyak 8 orang yaitu di Kecamatan Bojonegoro 2 orang, Trucuk 1 orang, Kepohbaru 1 orang, Kanor 1 orang dan Purwosari 1 orang, Dander 1 orang dan Baureno 1 orang.

Baca Juga :   Jangan Lewatkan Kemeriahan Rangkaian Festival Banyu Urip 2025, Ini Jadwalnya

“Status PDP kumulatif tetap sebanyak 13 orang, 8 orang dalam pengawasan dan meninggal dunia 5 orang,” ucapnya.

Sedangkan untuk status positif terkonfirmasi pada hari ini tetap yaitu sebanyak 12 orang di Kecamatan Bojonegoro 3 orang, Trucuk 2 orang, Sumberejo 1 orang, Kepohbaru 1 orang, Gondang 3 orang, Purwosari 1 orang dan Ngraho 1 orang.

“Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif tetap sebanyak 15 orang, meliputi yang dirawat 12 orang dan yang telah meninggal dunia sebanyak 3 orang,” jelasnya. 

Ditambahkan, untuk status ODR sebanyak 39.235 orang dan OTG sebanyak 366 orang.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *