Jangan Lewatkan Kemeriahan Rangkaian Festival Banyu Urip 2025, Ini Jadwalnya

Festival Banyu Urip 2025.
Festival Banyu Urip 2025.

SuaraBanyuurip.com – Festival Banyu Urip 2005 di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan diselenggarakan secara meriah. Festival dipusatkan di tiga lokasi berbeda akan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (28-30/11/2025).

Ragam kegiatan akan digelar di Festival Banyu Urip 2025. Mulai dari bazar, pasar murah, cek kesehatan gratis, sarasehan, hiburan, pertunjukan reog, ketoprak budaya hingga fun run.

Selain beragam kegiatan, Festival Banyu Urip 2025 dijadwalkan dihadiri pejabat penting tingkat kabupaten, provinsi hingga kementerian. Yakni Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komidigi) Nezar Patria, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah.

Ketua Panitia Festival Banyu Urip 2025, Agus Hafidh menjelaskan, festival ini merupakan kegiatan tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 13 Kecamatan Gayam dan Hari Jadi ke 348 Kabupaten Bojonegoro, serta sebagai bentuk syukur masyarakat atas keberadaan lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu.

Festival Banyu Urip 2025.
Kesenian dan budaya lokal akan ditampilkan di Festival Banyu Urip 2025.

Festival Banyu Urip 2025 mengusung tema “Nyawiji: Nyambung Rasa, Ngangkat Wisata, Njaga Energi”. Tujuannya untuk memperkenalkan potensi dan produk lokal, serta mengampanyekan edukasi, gaya hidup sehat, dan pelestarian kesenian dan budaya lokal. Kegiatan melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, perusahaan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), karang taruna, perguruan tinggi, asosiasi UMKM, pelajar, dan pelaku usaha lokal.

Baca Juga :   Sebelum Tewas Korban Diduga Sempat Mencuri

“Festival Banyu Urip ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kita berkolaborasi dengan berbagai pihak dan kegiatan kita laksanakan tidak di satu tempat, tapi tersebar di tiga desa,” kata Agus kepada suarabanyuurip.com, Selasa (25/11/2025).

Ketiga desa yang menjadi lokasi Festival Banyu Urip 2025 yakni Lapangan Desa Bonorejo, Lapangan Desa Gayam, dan wisata Perahu Kuno di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

Ada sejumlah rangkaian kegiatan dan hiburan yang disuguhkan dalam Festival Banyu Urip 2025 selama tiga hari dua malam. Pada hari pertama, Jumat (28/11/202025), kegiatan meliputi Bazar UMKM produk unggulan dan pasar murah yang melibatkan 51 stand, pertunjukan Reog Singo Manggolo Gayam, open ceremony dan launching logo Medhayoh, serta Gues Star dengan bintang tamu Massdho dan DJ Nok Yeka. Semua kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Desa Bonorejo.

“Launching logo Medhayoh ini rencananya dihadiri oleh Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati,” ucap Agus.

Di hari kedua, Sabtu (29/11/2025), rangkaian Festival Banyu Urip dilanjutkan dengan lomba mewarnai, cek kesehatan gratis (CKG), diskusi kepemudaan, partunjukan ketoprak budaya lokal dengan lakon”Minak Jinggo Nagih Janji-Damar Wulan Wisido” menghadirkan bintang tamu Yudho dan Lala Atila di Lapangan Desa Bonorejo.

“Untuk sarasehan budaya medhayoh akan dilaksanakan di wisata Perahu Kuno Desa Ngraho. Sarasehan melibatkan guru tingkat SD, SMP, SMA, kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Gayam, budayawan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” kata Agus.

Baca Juga :   Menggagas Trip Wisata Gayam Bojonegoro
Festival Banyu Urip 2025.
Rundown acara Festival Banyu Urip 2025.

Sedangkan di hari terakhir, Minggu (30/11/2025),akan dipusatkan di Lapangan Desa Gayam. Kegiatan meliputi Fun Run Gayan 5 kilometer (KM) yang akan diikuti 500 pelari dari dalam dan luar Bojonegoro, dan launching Zona Informatif sebagai wujud keterbukaan informasi publik.

“Festival Banyu Urip bukan hanya hiburan, tapi diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi, serta menjadi sarana mempromosikan potensi dan melestarikan budaya lokal,” pungkas Agus.

Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Aksan menyambut baik pelaksanaan Festival Banyu Urip 2025 yang akan diselenggarakan di desanya. Menurut dia, kegiatan ini dapat memberikan peluang kepada UMKM lokal untuk meningkatkan pendapatan, dan mempromosikan produk-produk unggulannya.

“Juga bisa melestarikan kesenian dan budaya lokal yang ada di wilayah Gayam. Seperti di sini ada ketoprak, di Beged juga ada ketoprak, dan di Desa Gayam ada Reog,” tutur Akasan.

Kepala desa dua periode itu berharap Festival Banyu Urip kedepan bisa dilaksanakan secara bergiliran di desa-desa ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip di wilayah Kecamatan Gayam.

“Sehingga bisa merata, agar desa-desa lain dan masyarakat ikut merasakan manfaat adanya hiburan dan kegiatan-kegiatan dari Festival Banyu Urip ini,” pungkas Akasan.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait