Pertamina EP Asset 4 Sukowati Simulasi Penanganan Pasien Covid-19

20161

SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro – Seorang office boy PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field didapati suhu tubuhnya mencapai 37,4 Derajat Celsius- mendekati ambang batas suhu sesuai ketentuan perusahaan.

Security yang memeriksanya lalu menelpon Tim Medic untuk konfirmasi apakah office boy boleh masuk ke lokasi apa tidak. Mendapat kabar tersebut, tim medic memeriksa data office boy yang diisi secara online setiap harinya. Hasilnya tidak ada masalah dan memperbolehkan masuk ke lokasi.

Office boy bekerja seperti biasa. Namun, ia kemudian mengalami batuk ringan secara terus-menerus. Salah satu temannya mendengar dan melihatnya sambil membersihkan jendela luar ruangan kantor.

Tidak lama kemudian office boy itu merasa nafasnya tertahan dan sulit untuk bernafas. Seorang teman yang melihat hal itu segera lari ke klinik untuk meminta bantuan tim medic.

Tim medic kemudian menghampiri office boy dengan menggunakan APD lengkap. Kemudian mengevakuasi ke tempat yang aman dan memberi bantuan nafas dengan oksigen. 

Keadaan mulai membaik. Tim medic menanyakan tentang keluhannya, riwayat bepergian keluar kota selama 14 hari terakhir atau ada tidak, keluarga serumah yang baru pulang dari wilayah terjangkit Covid-19.

Baca Juga :   SP TPPI Tunggu Langkah Pemerintah

Ternyata keluhan yang diderita office boy itu sudah dialami 2 hari ini. Ada sanak saudara yang baru pulang dari kota Jakarta satu minggu yang lalu dan tidak melaporkan keluhannya ke medic. 

Mendengar hal itu tim medic kemudian melakukan dapid test kepada office boy tersebut untuk memastikan apakah terindikasi Covid-19. Benar hasilnya menunjukan Reaktif.

Sesuai protokal kesehatan dunia (WHO), office boy harus dirujuk ke faskes yang lebih tinggi ataupun Rumah Sakit untuk ditindaklanjuti atau memastikan dengan tes Swab/PCR. Selama menunggu hasil swab, ia harus diisolasi mandiri dan dipantau oleh tenaga kesehatan serta menjaga asupan makanan dan pemberian vitamin.

Begitulah skenario simulasi evakuasi penderita Covid-19 yang diselenggarakan di Mudi Field Office PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Rabu (13/5/2020) kemarin.

dr. Andika Megah Miko, Field Doctor Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field menjelaskan, jika virus Covid-19 ini sangatlah berbahaya. Utamanya pada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bisa membawa virus tanpa disadari dan pada pasien yang sudah dalam kondisi kritis.

Baca Juga :   Daerah Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

“Inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan simulasi penanganan pasien Covid-19,” tutur dr. Miko, sapaan akrabnya.

Dalam kegiatan ini, tim medic melakukan skenario bagaimana cara berkoordinasi dan mengevakuasi pasien yang terindikasi Covid-19 pada saat sedang bekerja di lingkungan PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.

Diharapkan dengan simulasi ini dapat menjadi pengetahuan agar apabila suatu saat terjadi kegawatdaruratan sudah mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan. Sehingga petugas di lapangan tanggap dan tidak sampai panik jika suatu saat betul- betul terjadi.

“Kami imbau para pekerja di lingkungan Sukowati Field tidak perlu panik apabila ada yang mengalami gejala Covid-19  karena tim medic akan siap membantu dalam menangani pasien dalam keadaan darurat,” pesan dr Miko.(rien)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *