Postif Corona Klaster Pasar Bojonegoro Bertambah 5 Orang

20167

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Kasus positif virus corona atau Covid-19 dari Klaster Pasar Bojonegoro, Jawa Timur, bertambah lima orang, Kamis (14/5/2020). Rinciannya, dua orang dari Kecamatan Dander, dua orang dari Kecamatan Kapas dan satu orang dari Kecamatan Kalitidu.

Jumlah total positif virus corona dari Klaster Pasar Bojonegoro hingga hari ini sebanyak 10 orang. Tujuh orang sekarang ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit, tiga lainnya telah meninggal dunia. 

Ketiga postif virus corona yang meninggal dunia bersal dari Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro; Desa Sranak, Kecamatan Trucuk; dan Desa Sendangrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Ketiganya meninggal di rumah sakit saat statusnya masih pasien dalam pengawasan (PDP).

Tambahan baru lima positif positif virus corona hari ini dua orang di Kecamatan Dander berasal dari Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, dan Desa Ngablak. Keduanya berjenis kelamin perempuan dengan usia masing-masing 30 tahun dan 22 tahun.

Untuk dua kasus baru positif virus corona di Kecamatan Kapas adalah seorang perempuan dari Desa Bakalan berusia 31 tahun, dan laki-laki dari Desa Semenpinggir berusia 32 tahun.

Baca Juga :   Jual Emas untuk Cukupi Kebutuhan Ramadan

Sementara satu kasus baru positif virus corona di Kecamatan Kalitidu adalah seorang perempuan berusia 36 tahun dari Desa Leran, ring satu Lapangan Minyak Kedung Keris, Blok Cepu.

“Tambahan baru lima posifif virus corona ini dari hasil tes swab 70 pedagang Pasar Kota Bojonegoro yang beberapa waktu lalu rapid testnya reaktif. Sedangkan lima pedagang lainnya hasilnya belum keluar,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin. 

Dijelaskan, dengan tambahan baru lima orang tersebut jumlah kumulatif positif virus corona di Bojonegoro sebanyak 22 orang, meliputi 19 orang dirawat dan meninggal dunia sebanyak 3 orang.

Ke 19 orang positif virus corona tersebut tersebar di Kecamatan Bojonegoro tiga orang, Kapas tiga orang, Dander tiga orang, Gondang tiga orang, Trucuk dua orang, Sumberrejo satu orang, Kepohbaru satu orang, Purwosari satu orang, Kalitidu satu orang dan Ngraho satu orang.

“Untuk wilayah zona merah bertambah 10 kecamatan dari hari sebelumnya sembilan kecamatan,” ucap pria yang juga menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.

Baca Juga :   Siswa SMAN 1 Cepu Nobar Film G30S/PKI

Dari 19 kasus positif virus corona tersebut, tiga orang telah pulang ke rumah. Namun ketiganya masih harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Ketiga orang tersebut semuanya dari Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang. 

“Menurut perjalanan penyakit mereka telah menjalani 28 hari isolasi sudah memasuki fase sembuh, sehingga kita pulangkan untuk isolasi di rumah sambil menunggu pernyataan sembuh dari Kementerian Kesehatan,” sambung Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr. Whenny Dyah Prajanti.

Sementara itu, berdasarkan update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro Per-Tanggal 14 Mei 2020 pukul 18.00 WIB, terdapat satu orang dalam pemantauan (ODP) meninggal dunia di Kecamatan Dander, dan satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Kecamatan Purwosari. 

Sedangkan status orang dalam resiko (ODR) sebanyak 39.430 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 366 orang.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *