SKK Migas Minta Proyek Gas JTB Digenjot

Sumur Gas JTB di Desa Bandungrejo

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) terus mendorong Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) Pertamina EP Cepu (PEPC) melalui kontraktornya, PT Rekayasa Industri (Rekind) menggenjot pekerjaan pusat fasilitas pemrosesan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di tengah pandemi Covid-19.

“Kami mendorong K3S terus melanjutkan pekerjaan di Lapangan JTB agar selesai sesuai target yakni Agustus 2021 mendatang,” kata Kepala SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Nurwahidi, Minggu (24/5/2020) kemarin. 

Menurutnya, pekerjaan proyek Gas JTB sekarang ini mengalami keterlambatan karena adanya pandemi Covid-19 yang membutuhkan banyak penyesuaian. Termasuk jadwal dan mobilisasi para pekerja yang sempat dibatasi guna memutus rantai virus dari Wuhan, China tersebut.

“Banyak sekali penyesuaian yang dilakukan K3S dan ini tidak mudah. Kita harus mematuhi semua aturan pemerintah mulai pusat, provinsi, dan daerah,” lanjutnya.

Selain itu, sebagian karyawan K3S menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH), sehingga ruang geraknya menjadi terbatas. Namun, sejauh ini PEPC dan kontraktornya PT Rekind bisa melakukan dengan baik. 

Baca Juga :   Belum Ada Kesepakatan, Operator Pagar Lahan Warga

“Sekarang capaian progres sudah 60 persen lebih,” pungkasnya. 

Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin belum bisa memberikan keterangan banyak terkait progress proyek engineering, procurement and construction- gas processsing facility/EPC-GPF) JTB.

“Maaf angka pastinya blm selesai dihitung . Besok Selasa kami tanyakan ke project control,” janji Zainal.

Proyek pengembangan Gas Lapangan Unitisasi JTB secara keseluruhan bernilai US$ 1,53 miliar dan diperkirakan akan onstream Agustus 2021. Proyek JTB ini merupakan salah satu penyumbang produksi nasional. Proyek-proyek hulu migas yang akan mendukung peningkatan produksi mendapat perhatian khusus dari Presiden RI, Joko Widodo.

Ada 6 sumur, yakni 4 sumur di Jambaran East dan 2 di Jambaran Central yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dari sumur-sumur tersebut, Pertamina EP Cepu menargetkan untuk memproduksi gas dan kondensat dengan produksi rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD dan target gas sebesar192 MMSCFD.(rien)





»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *