SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Bibir Bengawan Solo di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, longsor. Jika tidak segera ditangani bisa mengancam dua rumah milik warga setempat.
Kedua rumah tersebut milik Mujiono (54), dan Juari (50). Jarak antara pondasi rumah dan bibir bengawan sekarang ini tidak ada dua meter.Â
Derasnya arus air Bengawan Solo telah menggerus halaman belakang rumah mereka. Praktik liar penyedotan pasir ditengarai menjadi penyebab longsornya bibir bengawan.
“Kondisi ini sudah terjadi dua bulanan,” kata Mujiono (54), warga RT006/RW 002 Dusun Judan, Desa Jipang, Rabu (27/5/2020).Â
Mujiono memilih memindahkan rumahnya bagian belakang karena erosi bibir bengawan semakin meluas. Sekarang tinggal menyisakan pondasi.Â
“Saya pindahkan di samping rumah utama,” ujarnya.
Sementara lahan miliknya sepanjang 20 meter amblas diterjang arus Bengawan Solo.
“Dulu masih luas mas. Panjangnya 20 meter. Ya, karena ada penyedotan pasir, akibatnya longsor begini,” ungkapnya.Â
Kondisi serupa terjadi pada rumah Juari (50). Letaknya berada persis di samping rumah Mujiono. Namun rumah Juari berada sekitar lima meter dari longsoran.
Kepala Desa Jipang Ngadi, menyatakan sudah ada dari pihak Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) datang ke Desa Jipang untuk melihat longsor.
Dia merasa miris dengan kondisi itu. Dikhawatirkan jika terjadi hujan lebat akan memperparah longsor. Â
“Khawatirnya nanti kalau semakin parah,” ujarnya.(ams)