SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Jawa Timur, telah memiliki alat tes cepat molekuler (TCM) dari Kementerian Kesehatan yang dilengkapi dengan Cadridge untuk melakukan tes swab virus corona.
Namun demikian, rumah sakit plat merah itu belum melayani tes swab untuk masyarakat umum. Tes swab hanya diperuntukan bagi kasus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan pasien konfirmasi positif.Â
“Untuk swab belum bisa dilakukan di Kabupaten Bojonegoro secara mandiri,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr Whenny Dyah Prajanti, Sabtu (30/5/2020).
Menurutnya, untuk swab mandiri bisa dilaksanakan di Rumah Sakit (RS) Premier Surabaya.
“Berbayar kurang lebih 1,5 juta -2,5 juta,” ucapnya.
Sebelum RSUD Sosodoro memiliki TCM, untuk mendeteksi virus corona seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sampel atau spesimen dikirim ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.
Cara kerja TCM adalah memeriksa antigen virus yang terdapat di spesimen yang diambil dari saluran pernafasan, dengan cara swab atau pengambilan sampel air liur di hidung maupun tenggorokan.
Sebelumnya, Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro dr Hastono, menjelaskan TCM bisa mendeteksi paparan virus corona dalam hitungan minimal tiga jam. Meski bisa mendeteksi virus dengan cepat, namun jumlah catridge yang dimiliki sekitar 120.
Harga satu cadridge kurang lebih Rp700 ribu. Padahal satu pasien membutuhkan hingga lebih dari tiga kali. Biaya pengobatan pasien Covid-19 ditanggung pemerintah.
Berdasarkan data update perkembangan virus corona di Kabupaten Bojonegoro per 30 Mei 2020 kemarin, kasus positif mengalami peningkatan. Jumlah komulatif terkonfirmasi sebanyak 56 orang, meliputi yang dirawat 44 orang, sembuh 3 orang, dan meninggal dunia 9 orang.(suko)Â