SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, masih merahasiakan nama direktur utama (Dirut) baru PT Asri Dharma Sejahtera (ADS). Namun DPRD setempat meminta agar dirut baru BUMD pengelola penyertaan saham (Participating Interest/PI) Blok Cepu, itu melakukan renegosasi (negoisasi ulang) perjanjian bagi hasil dengan PT Surya Energi Raya (SER).
“Dia harus berani melakukan itu. Kita akan support, karena itu hak Bojonegoro juga,” tegas Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri kepada suarabanyuurip.com, Jumat (5/6/2020).Â
Dijelaskan jika sekarang ini Bojonegoro telah mengalami masa Break Event Point (BEP). Artinya semua modal yang dikeluarkan PT SER dalam pengelolaan PI Blok Cepu telah balik.
Sesuai perjanjian, Bojonegoro akan menerima keuntungan dari PI Blok Cepu setelah semua yang dikeluarkan PT SER lunas. Porsinya, 25% PT ADS, dan 75 persen untuk PT SER.Â
“Nah, porsi bagi hasil ini yang harus diubah. Kita berhak mendapatkan lebih, jangan hanya 25 persen saja,” tandas politisi PAN itu.
Menurut Lasuri, siapapun yang menjabat sebagai Direktur Utama PT ADS diharapkan mampu membawa Bojonegoro lebih baik lagi dan memberikan kontribusi lebih.Â
“Kita berharap, PT ADS tahun ini bisa memberikan kontribusi pendapatan daerah siapapun direkturnya,” imbuhnya.Â
Saat ini, pengisian Direktur PT ADS masih abu-abu. Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Nurul Azizah, enggan membeberkan siapa yang menjabat pimpinan perusahaan plat merah yang kosong sejak Oktober 2019 lalu.Â
“Maaf, besok saja ya. Jangan ditanya sekarang,” ujar Nurul yang juga sebagai Ketua Panitia Seleksi pengisian Dirut ADS.
Untuk diketahui, saham Blok Cepu terdiri dari 45% Exxonmobil, 45% Pertamina, dan 10% Badan Kerja Sama (BKS) yang dibagi Petrogas Jatim Utama (PJU atau BUMD Jawa Timur) 2,2%, Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC atau BUMD Jawa Tengah) 1,%, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS atau BUMD Kabupaten Bojonegoro) 4,5%, dan Blora Patragas Hulu (BPH atau BUMD Kabupaten Blora) 2,2%.(rien)