SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Kasus meninggal dunia akibat virus coro atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (5/6/2020), bertambah satu orang. Sehingga totalnya sebanyak 11 orang.
Tambahan pasien positif virus corona meninggal dunia adalah seorang perempuan berusia 48 tahun asal Desa Kabunan, Kecamatan Balen.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin menyampaikan, selain ada satu pasien positif meninggal dunia, status positif terkonfirmasi hari ini terdapat penambahan baru 1 orang di Kecamatan Bojonegoro, peningkatan dari status orang dalam pemanauan (ODP). Sehingga status positif terkonfirmasi pada hari ini sebanyak 41 orang dengan rincian 40 orang dirawat dan 1 orang meninggal dunia.
“Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 63 orang, meliputi 40 orang dirawat, 11 orang meninggal dunia, dan 12 orang sembuh,” ujarnya.
Untuk status pasien dalam pengawasan (PDP) tidak ada penambahan baru maupun selesai. Namun ada 1 orang meninggal dunia di Kecamatan Trucuk. Sehingga status PDP pada hari ini sebanyak 3 orang meliputi 2 orang dalam pengawasan dan 1 orang meninggal dunia.
Sementara status PDP kumulatif sebanyak 23 orang, dalam pengawasan 2 orang, selesai dalam pengawasan 11 orang dan meninggal dunia 10 orang.
“Dari 10 PDP yang meninggal itu 7 kasus hasil pemeriksaan Swab negatif, 2 kasus hasil rapid tes non reaktif, dan 1 kasus hasil Swabnya belum keluar,” tutur pria yang menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.
Sedangkan status ODP hari ini ada penambahan baru sebanyak 2 orang di Kecamatan Bojonegoro. Sedangkan selesai dalam pemantauan sebanyak 1 orang di Kecamatan Dander. Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 25 orang.
“ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 249 orang, meliputi dipantau 25 orang, selesai pemantauan 222 orang dan meninggal dunia 2 orang,” kata Masirin.
Untuk status orang dalam resiko (ODR) sebanyak 42.428 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 368 orang. Masirinmengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro mamatuhi instruksi pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan.
“Tetap di rumah saja, jaga jarak, biasakan cuci tangan, pakai masker saat beraktifitas di luar rumah, hindari kerumunan dan jangan mudik,” pesan Masirin.(suko)Â