SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pandemi virus corona atau Covid-19 menyebabkan konsumsi LPG 3 Kg di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, naik dibanding sebelumnya. Masyarakat memilih di rumah saja, terlebih bagi karyawan yang perusahaannya menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH).
“Naik hingga 30 persen sejak Maret hingga Mei,” kata Kepala Seksi Pengadaan dan Distribusi Dinas Perdagangan Bojonegoro, Sutikno, Kamis (4/5/2020).
Dijelaskan kuota LPG 3 Kg tahun 2020 ini sebanyak 32 juta Kg atau 10.700.000 tabung. Jumlah tersebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
“Jika dirasa kurang, maka kami bisa melakukan permintaan tambahan ke Pertamina,” tandasnya.Â
Karena itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir adanya kekurangan LPG 3 Kg. Pertamina akan mencukupi berapapun kebutuhan selama itu untuk masyarakat miskin.
“Tabung LPG 3 Kg ini kan untuk masyarakat miskin,” tandasnya.Â
Pemkab Bojonegoro sekarang ini sedang mendorong terwujudnya pemenuhan jumlah agen dan pangkalan di seluruh desa di 28 Kecamatan untuk mengantisipasi para pedagang eceran yang sering menaikkan harga dari harga eceran tertingi (HET). Â
“Semakin banyak agen dan pangkalan, maka makin sedikit pedagang eceran yang menjual dimasyarakat Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan harga sesuai HET,” pungkasnya.(rien)