SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora - Pemerintah Indonesia melalui PT Pertamina sedang berupaya membangun kilang minyak baru (Grass Root Refinery/GRR) dan pengembangan kapasitas kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional. Dengan terbangunnya proyek-proyek tersebut, Indonesia akan terbebas dari impor BBM pada tahun 2026.
Mega proyek tersebut telah menyelesaikan pengadaan peralatan utama dengan waktu yang relatif lama. Sebab, harus berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. PT. Pertamina sedang menggarap peralatan utama dan pada tahap pembuatan dan manufacturing.
Pengembangan kilang tersebut menjadi perhatian Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Mengingat, pentingnya tujuan pembangunan mega proyek kilang ini untuk Indonesia. Terlebih, kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang diperlukan untuk bekerja pada proyek ini.Â
Bentuk dari perhatian itu, PPSDM Migas Cepu menggelar seminar secara virtual atau Webinar bertajuk “Kualifikasi SDM bagi Operasi Kilang Mega Proyek Indonesiaâ€, Selasa (9/6/2020), yang diikuti sebanyak 2.000 peserta.Â
Dalam keterangan tertulis yang diterima suarabanyuurip.com, acara tersebut dibuka Kepala BPSDM ESDM, Wiratmaja Puja. Ia menekankan pentingnya peranan kilang-kilang besar di Indonesia.
“Nantinya keberadaan BPSDM ESDM bisa memerikan sumbangsih kepada pembangunan dan peningkatan kualifikasi SDM Bagi operasi kilang mega proyek Indonesia,” kata Wirat.
Webinar menghadirkan para pakar dibidang operasi kilang di Indonesia. Di antaranya Sekertaris Jenderal Dewan Energi Nasional Kementerian ESDM, Djoko Siswanto. Dia menjelaskan tentang kebijakan percepatan pembangunan kilang dalam rangka peningkatan ketahanan energi nasional.
Selanjutnya, SVP Project Execution Dit. Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT. Pertamina, Amir H. Siagian, dengan paparan megaproyek kilang Pertamina untuk mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi di Indonesia.
Adapun VP Human Capital Downstream PT. Pertamina, Karantina Marhaeni menjelaskan tentang kualifikasi SDM apa saja yang dibutuhkan untuk pembangunan dan pengembangan kilang megaproyek pertamina.(adv/ams)